13 Tanda Seseorang Mengalami Trust Issue, Salah Satunya Selalu Curiga

Sukabumiupdate.com
Kamis 22 Jan 2026, 12:00 WIB
13 Tanda Seseorang Mengalami Trust Issue, Salah Satunya Selalu Curiga

Ilustrasi. Tanda Seseorang Mengalami Trust Issue, Salah Satunya Selalu Curiga (Sumber : Freepik/@pikisuperstar)

SUKABUMIUPDATE.com - Trust issue atau masalah kepercayaan bukan muncul begitu saja. Banyak orang mengalaminya tanpa sadar, sering kali sebagai respons dari pengalaman masa lalu yang menyakitkan seperti dibohongi, dikhianati, atau tumbuh di lingkungan yang tidak aman secara emosional. Akibatnya, rasa percaya menjadi sesuatu yang sulit diberikan, bahkan pada orang yang sebenarnya tulus. Berikut 13 tanda seseorang mengalami trust issue yang sering luput disadari.

1. Selalu Curiga Meski Tidak Ada Bukti

Orang dengan trust issue sering menaruh kecurigaan bahkan saat tidak ada tanda yang jelas. Hal kecil mudah ditafsirkan sebagai ancaman atau kebohongan. Pikiran negatif muncul otomatis tanpa sempat disaring. Akibatnya, rasa tenang sulit dirasakan.

2. Sulit Percaya pada Orang Baru

Membuka diri terasa seperti risiko besar. Meski orang lain bersikap baik dan konsisten, tetap ada jarak emosional yang dijaga. Kepercayaan tidak diberikan begitu saja, karena takut pengalaman buruk terulang. Akhirnya, hubungan berkembang sangat lambat.

Baca Juga: Dua Gol Harry Kane bawa Bayern Munchen Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions

3. Overthinking Berlebihan

Pesan yang belum dibalas atau perubahan nada bicara bisa jadi bahan pikiran panjang. Skenario terburuk sering muncul lebih dulu dibanding kemungkinan positif. Pikiran sulit berhenti meski sudah diyakinkan. Ini membuat emosi cepat lelah.

4. Takut Dibohongi atau Ditinggalkan

Ada rasa cemas konstan bahwa orang terdekat akan pergi atau menyakiti. Ketakutan ini sering muncul tanpa alasan yang jelas. Bahkan dalam hubungan yang stabil, rasa aman tetap sulit dirasakan. Akibatnya, hubungan terasa tegang.

5. Sulit Terbuka Secara Emosional

Berbagi perasaan terasa berbahaya. Ada kekhawatiran bahwa cerita pribadi akan digunakan untuk menyakiti atau merendahkan. Maka, emosi sering dipendam sendiri. Lama-lama, ini bisa menimbulkan rasa kesepian.

6. Sering Menguji Pasangan atau Teman

Tanpa sadar, seseorang mencoba menguji kesetiaan atau perhatian orang lain. Bukan karena ingin memanipulasi, tapi karena butuh kepastian. Sayangnya, tes semacam ini justru bisa merusak hubungan. Orang lain bisa merasa tidak dipercaya.

7. Cenderung Posesif atau Terlalu Mengontrol

Kontrol berlebihan sering berakar dari rasa takut kehilangan. Mengatur, memeriksa, atau membatasi dilakukan demi rasa aman. Padahal, sikap ini bisa membuat hubungan terasa sesak. Niat melindungi diri justru memicu konflik.

Baca Juga: Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan Kulit dan Rambut

8. Mudah Tersinggung dan Defensif

Masukan kecil bisa terasa seperti serangan pribadi. Reaksi defensif muncul karena ada luka lama yang belum sembuh. Bukan karena sensitif berlebihan, tapi karena kepercayaan diri dan rasa aman rapuh. Emosi jadi mudah terpancing.

9. Selalu Bersiap untuk Disakiti

Alih-alih menikmati momen, pikiran sibuk bersiaga. Ada keyakinan bahwa hal buruk pasti terjadi. Sikap ini membuat seseorang sulit benar-benar bahagia. Rasa waspada terus mengiringi setiap hubungan.

10. Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Ketika kepercayaan sekali rusak, sulit untuk pulih. Kesalahan kecil bisa membekas lama di ingatan. Bukan karena dendam, tapi karena takut kejadian serupa terulang. Proses memaafkan terasa sangat berat.

11. Merasa Tidak Pernah Benar-Benar Aman

Meski berada di lingkungan yang suportif, tetap ada rasa tidak tenang. Pikiran terus mencari celah bahaya. Rasa aman emosional sulit tercapai. Akibatnya, tubuh dan pikiran jarang benar-benar rileks.

12. Menarik Diri Saat Hubungan Mulai Dekat

Ketika hubungan semakin intim, muncul dorongan untuk menjauh. Kedekatan dianggap berisiko membuka luka lama. Menjaga jarak terasa lebih aman daripada berharap. Pola ini sering terjadi berulang.

13. Lebih Mengandalkan Diri Sendiri

Kepercayaan penuh pada orang lain terasa mustahil. Mengandalkan diri sendiri dianggap jalan paling aman. Meski terlihat kuat, sebenarnya ada kelelahan emosional. Semua ditanggung sendiri tanpa berbagi.

Memiliki trust issue bukan berarti lemah atau bermasalah. Sering kali, ini adalah cara diri melindungi luka lama. Namun, jika dibiarkan, trust issue bisa membuat hubungan terasa melelahkan dan penuh kecemasan.

Belajar membangun kembali kepercayaan memang tidak mudah dan tidak instan. Prosesnya butuh waktu, kesadaran diri, komunikasi yang jujur, dan terkadang bantuan profesional. Yang terpenting, setiap orang berhak merasa aman baik dengan orang lain maupun dengan dirinya sendiri.

Baca Juga: Kurangi Plastik, BRIN Kembangkan Kemasan Berbasis Lemak Nabati

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini