Optimisme Dispar Sukabumi di Tengah Ancaman Pergerakan Tanah Jelang Libur Lebaran

Sukabumiupdate.com
Senin 09 Mar 2026, 21:26 WIB
Optimisme Dispar Sukabumi di Tengah Ancaman Pergerakan Tanah Jelang Libur Lebaran

Kadispar Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar. (Sumber Foto: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, sempat memicu kekhawatiran terkait aksesibilitas wisatawan menjelang libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Meski demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi tetap optimistis bahwa sektor pariwisata akan tetap menggeliat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengakui bahwa bencana alam kerap mempengaruhi psikologis calon wisatawan untuk berkunjung. Namun, ia yakin dampaknya tidak akan signifikan terhadap pergerakan wisata secara keseluruhan.

“Kalau mempengaruhi, kalau kemudian orang berpikir ulang untuk datang ke lokasi wisata tentu juga ada dampaknya. Tapi kita punya keyakinan,” kata Ali kepada sukabumiupdate.com, Minggu, 8 Maret 2026.

Destinasi Tersebar, Akses Tetap Terjaga

Ali menjelaskan bahwa salah satu keunggulan wisata Sukabumi adalah distribusinya yang merata di berbagai wilayah, mulai dari Palabuhanratu, Ujunggenteng, hingga kawasan Sukabumi bagian tengah dan utara. Hal ini membuat wisatawan memiliki banyak alternatif destinasi jika satu jalur mengalami kendala.

Terkait kondisi infrastruktur jalan, ia mencontohkan retakan pada jalan nasional ruas Palabuhanratu-Sukabumi di Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu. Menurutnya, akses tersebut saat ini masih dapat dilalui kendaraan meskipun memerlukan kewaspadaan ekstra.

Baca Juga: Faktor Cuaca Jadi Penentu, Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Bisa Ditutup Saat Hujan Deras

Jaminan Keamanan Wisatawan

Menyambut peak season atau musim kunjungan tertinggi saat libur Lebaran, Ali memastikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Pemerintah daerah berencana mengeluarkan Surat Edaran Bupati guna memastikan pengelolaan destinasi wisata yang aman dan nyaman.

“Aman itu adalah peace of mind. Itu kewajiban pengelola wisata untuk menghadirkan keamanan. Wisatawan juga punya hak untuk mendapatkan rasa aman,” kata Ali.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa koordinasi lintas instansi telah berjalan melalui skema Operasi Ketupat Lodaya. Pihaknya bersinergi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas menuju destinasi wisata.

“Semua pihak akan berada di dalamnya, termasuk kepolisian, Dishub, dan Dinas PU yang sekarang sedang berjibaku agar liburan yang di dalamnya pasti ada kegiatan wisata bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini