Apa Itu Friday The 13th? Disebut Tanggal Sial Hingga Menimbulkan Fobia

Jumat 13 Januari 2023, 13:45 WIB
Apa Itu Friday The 13th? Disebut Tanggal Sial Hingga Menimbulkan Fobia (Sumber : Istimewa)

Apa Itu Friday The 13th? Disebut Tanggal Sial Hingga Menimbulkan Fobia (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Friday the 13th dianggap sebagai tanggal sial oleh banyak orang terutama di luar negeri. 

Banyak orang yang membuat teori-teori negatif  tentang Friday the 13th hingga membuat banyak orang mengalami ketakutan dengan angka 13.

Lantas, apa itu Friday The 13th? Dan dari mana asal usul tanggal tersebut hingga dianggap sial serta ditakuti? Jika kamu penasaran, simak penjelasannya dibawah ini seperti melansir dari Suara.com.

Baca Juga: BBM Jenis Solar Dibatasi Mulai 1 Februari 2023, Kendaraan Wajib Pakai Biodiesel B35?

Penjelasan Friday The 13th

Friday The 13th adalah sebuah sebutan untuk tanggal yang dianggap keramat, yakni Jumat, 13. Tidak sedikit yang percaya jika waktu tersebut dapat memicu kesialan dan mengaitkannya dengan hal-hal berbau mistis.

Sudah banyak cerita pada buku atau film yang menunjukkan bahwa Friday The 13th adalah hari sial. Biasanya, hal tersebut masuk dalam genre horor. Tak heran jika tanggal itu semakin ditakuti oleh beberapa orang.

Baca Juga: Daftar Alamat Proxy Whatsapp Indonesia Gratis, Chatting via WA Tanpa Internet

Di Indonesia sendiri, Friday The 13th dinilai semakin menakutkan apabila dalam kalender Jawa berada di hari Kliwon. 

Banyak masyarakat yang percaya, hal buruk akan terjadi saat itu. Sehingga mereka kerap membaca do'a untuk menghindari kesialan.

Sementara beberapa orang lainnya memiliki cara lain guna mencegah diri sendiri dari kesialan. Diantaranya, tidak memecahkan cermin, tidak berjalan di bawah tangga, dan tidak menyeberang di depan kucing hitam.

Baca Juga: 7 Alamat Proxy Whatsapp Indonesia Gratis, Pake WA Gak Perlu Terhubung Internet

Asal Usul Friday The 13th

Melansir dari History, asal usul Friday the 13th yang dianggap sebagai tanggal sial tidak jelas. Beberapa orang mengatakan hal itu berasal dari Kode Hammurabi kuno, yakni salah satu kode hukum tertua yang ditulis sekitar tahun 1700 sebelum masehi.

Dalam kode itu, tidak ada hukum ke-13. Sehingga, memicu persepsi bahwa angka tersebut dihindari karena sial. Namun kenyataannya, ada kesalahan dari penerjemah yang menghilangkan satu baris teks. 

Baca Juga: 5 Hewan Paling Mengerikan Penghuni Sungai Amazon

Asal usul lainnya berasal dari sejarah budaya orang-orang barat. Mereka menghubungkan angka 12 sebagai kelengkapan. Contoh, mulai dari 12 bulan dalam kalender atau 12 hari Natal, hingga 12 dewa Olympus.

Untuk itu, angka 13 dianggap sial dan takhayul semacam ini bahkan sudah tertanam di antara para pemikir terbesar dalam sejarah. Lalu, pemilihan Jumat yang juga disebut hari sial memiliki penjelasan tersendiri.

Pemikiran negatif yang mengaitkan Jumat sebagai hari sial berasal dari teori beragam agama dan budaya. Diantaranya, sejumlah orang Kristen percaya karena itu adalah hari dalam seminggu di mana Yesus disalibkan. 

Baca Juga: Kabar Duka, Iis Piska Pedangdut Era 80-an Tewas Tercebur ke Dalam Sumur

Peristiwa lainnya yang mendukung teori ini terjadi pada hari Jum'at tanggal 13 Oktober 1307. Saat itu, Raja Prancis Philip IV dibantu oleh prajuritnya menangkap ratusan Ksatria Templar, kelompok agama yang mempertahankan Tanah Suci.

Para tentara yang ditangkap itu dipaksa meludah di kayu salib untuk menyangkal keberadaan Yesus. Selain itu, mereka juga terlibat tindakan homoseksual selama upacara inisiasi hingga mengharuskannya dibakar di tiang pancang di Paris. 

Salah satu prajurit yang dibakar, Jacques de Molay, meneriakkan kutukan di Katedral Notre Dame. Ia mengatakan “Tuhan tahu siapa yang salah dan telah berdosa. Malapetaka akan segera terjadi pada mereka yang telah menghukum mati kita".

Baca Juga: Sepi Job Syuting, Ucok Baba Banting Stir Jualan Latto-latto

Banyaknya bukti negatif itu semakin memperkuat mitos Friday The 13th sebagai hari dan tanggal sial. Takhayul tersebut bertahan sangat lama bahkan sampai muncul kondisi psikologis bernama triskaidekaphobia (phobia dengan angka 13). 

Salah satunya yang mengidap phobia ini adalah komposer besar Austria-Amerika, Arnold Schoenberg. Hal itu membuatnya mengganti penomoran angka 13 dengan notasi "12a" dalam beberapa karyanya. Ia juga dikabarkan takut mati pada usia kelipatan 13 tahun.

Sumber: Suara.com (Xandra Junia Indriasti)

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat15 Juni 2024, 14:30 WIB

Hidup Sehat Gula Darah Aman! 3 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Penderita diabetes tak perlu khawatir gula darah naik karena ada beberapa jenis ikan yang aman untuk dikonsumsi. Cek juga manfaatnya.
Ilustrasi ikan yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes (Sumber : Pexels.com/@KampusProduction)
Nasional15 Juni 2024, 14:21 WIB

Jokowi Tunjuk Menkopolhukam Pimpin Pemberantasan Judi Online

Satgas judi online diperkuat oleh 26 anggota dari berbagai kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Bidang Pencegahan.
Keppres Nomor 21 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring diterbitkan di Jakarta pada 14 Juni 2024 | Foto : Capture Salinan Keppres / Sukabumi Update
Life15 Juni 2024, 14:00 WIB

Tidak Melulu Soal IQ, Ini 3 Ciri-ciri Umum Anak Berbakat Dilihat Dari Sifatnya

Meski ada kesamaan dalam hal bakat, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah definisi yang bisa diterapkan untuk semua orang. Beberapa anak mungkin berbakat dalam banyak bidang dan yang lain berbakat dalam satu bidang tertentu.
Ilustrasi ciri anak berbakat yang bisa dilihat dari sifatnya (Sumber : Pexels.com/@Katerina Holmes)
Life15 Juni 2024, 13:30 WIB

Bagaimana Sekolah Bisa Mengidentifikasi Anak Berbakat? Berikut 4 Tes yang Dapat Dilakukan

Sekolah dapat mengidentifikasi anak berbakat dengan beberapa cara dibawah ini, karena dengan cara ini sekolah bisa menentukan dengan mudah untuk bisa menyesuaikan dengan anak berbakat
Ilustrasi pihak sekolah bisa mengidentifikasi anak-anak berbakat (Sumber : Pexels.com/@Katerina Holmes)
Life15 Juni 2024, 13:00 WIB

2 Jenis Tes Utama Bakat yang Bisa Dilakukan Pada Anak, Yuk Simak Agar Orang Tua Paham

Bakat pada anak perlu diuji dengan cara tertentu, agar nantinya orang tua lebih paham dan anak lebih terarah untuk kedepannya
Ilustrasi tes yang bisa dilakukan orang tua untuk menentukan anak berbakat atau tidak (Sumber : Pexels.com/@MART PRODUCTION)
Sukabumi15 Juni 2024, 12:47 WIB

30 Paket Sabu Ditemukan di Cicurug Sukabumi, Pemiliknya Kabur

Sebanyak 30 paket sabu ditemukan di semak-semak di sekitar Perumahan Gedung Putih RT 5/5, Kampung Purwasari, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi
Penemuan 30 paket sabu di Desa Purwasari Cicurug Sukabumi | Foto : Ist
Life15 Juni 2024, 12:30 WIB

10 Cara Ampuh yang Dapat Orang Tua Lakukan Untuk Memotivasi Anak Berbakat

Orang tua yang memiliki anak berbakat seringkali kewalahan dan merasa kecewa karena kurangnya prestasi.
Ilustrasi cara ampuh yang orang tua lakukan untuk memotivasi anak berbaka (Sumber : Pexels.com/@jonasmohamadi)
Sukabumi15 Juni 2024, 12:18 WIB

Minta Tolong Netizen! Keluarga Korban Celurit Geng Motor di Sukabumi Cari Pelaku

Keluarga Ardi Aulia Muhammad (21 tahun), pemuda yang jari tangannya nyaris putus disabet celurit geng motor di Nanggeleng Citamiang Kota Sukabumi, Jumat, 14 Juni 2024, butuh pertolongan netizen.
Ilustrasi citizen journalism. Keluarga berharap netizen yang melihat peristiwa itu speak up dan memberikan data tentang para pelaku kepada pihak kepolisian. (Sumber: editorandpublisher.com)
Life15 Juni 2024, 12:00 WIB

Ayah Bunda Harus Tahu, 4 Cara Mengasuh Anak Berbakat Agar Lebih Terarah

Anak berbakat seringkali membuat orang tuanya bingung bahkan merasa dirinya tidak berdaya. Namun jangan khawatir, berikut tips yang bisa diterapkan untuk mengasuh anak berbakat
Ilustrasi cara orang tua dalam mengasuh anak berbakat (Sumber : Pexels.com/@Yan Krukau)
Sukabumi15 Juni 2024, 11:35 WIB

Rekaman Perang Senjata Tajam di Sukabumi, Tengah Malam di Jalur Baru Sukaraja

Jumat dini hari (14/6/2024), dua kelompok anak muda terlibat perang senjata tajam di jalan raya Baru Sukaraja, Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
Perang senjata tajam dua kelompok pemuda di jalan baru Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Sabtu dini hari (15/6/2024) (Sumber: cctv)