Butuh Rp17 Miliar, Penataan Ruang Publik Lapang Sekarwangi Sukabumi Dikerjakan Bertahap

Butuh Rp17 Miliar, Penataan Ruang Publik Lapang Sekarwangi Sukabumi Dikerjakan Bertahap

Kabid Perkim Disperkim Kabupaten Sukabumi, Rudi AB (berompi kuning) saat mendampingi Bupati Asep Japar dan Sekda saat meninjau pembangunan Ruang Terbuka Publik Sekarwangi Cibadak, Selasa (3/11/2026). (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Penataan Lapang Sekarwangi di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dirancang untuk menghadirkan 14 fasilitas publik terpadu penunjang aktivitas warga. Namun, lantaran total kebutuhan anggaran mencapai Rp17 miliar, pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan alokasi awal tahun 2026 sebesar Rp4,6 miliar.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Rudi Abdullah, menjelaskan seluruh fasilitas tersebut sudah tertuang dalam rancangan site plan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah dan efisiensi waktu pengerjaan.

Ke-14 fasilitas yang direncanakan mencakup: lapangan utama, jogging track, gedung galeri, panggung kesenian, kantor & toilet umum, area parkir mobil, area parkir motor, food court, amfiteater, ruang duduk, gerbang Nayor, taman bermain, skatepark, Tugu Nayor, serta lapangan olahraga penunjang.

"Secara keseluruhan memang kita buatkan dalam site plan. Cuma dalam pelaksanaannya kita bertahap, ada penyesuaian juga dari anggaran. Jumlah anggaran total keseluruhan itu Rp17 miliar, sedangkan anggaran yang tersedia sekarang Rp4,6 miliar," kata Rudi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Lapang Sekarwangi Disulap Jadi Ruang Publik, Bupati Sukabumi Targetkan Jadi Ikon Baru Cibadak

Fokus Pembangunan Tahap Pertama

Dengan anggaran yang ada, pembangunan tahap pertama pada 2026 difokuskan pada jogging track, lapangan utama, bangunan utama, area relokasi sementara Pedagang Kaki Lima (PKL), parkir motor, toilet umum, dan gerbang depan berornamen khas Nayor.

Sementara fasilitas seperti area parkir mobil, food court, skatepark, aula, amfiteater, panggung kesenian, ruang duduk, lapangan multifungsi, dan Tugu Nayor akan dikerjakan pada tahap berikutnya.

"Untuk gerbang Nayor itu di tahap pertama, karena masuk gerbang. Tapi Tugu Nayor kita laksanakan di tahap kedua. Gerbangnya dulu, tugu Nayornya nanti," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan tahap berikutnya masih bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah. Karena itu, seluruh fasilitas dalam rancangan tidak serta-merta dapat dibangun dalam satu waktu.

"Untuk tahap kedua kita fokuskan pada area parkir dan food court. Kembali lagi pada kemampuan anggaran yang diberikan pemerintah daerah," jelasnya.

Baca Juga: Disperkim Jamin Fungsi Lapang Sekarwangi Sukabumi untuk Salat Id Tak Akan Hilang

Progres Pekan Keenam Sesuai Target

Mengenai pelaksanaan pekerjaan, Rudi mengakui terdapat penyesuaian antara rancangan site plan dan kondisi riil di lapangan. Hal itu terjadi karena adanya rentang waktu antara penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pelaksanaan konstruksi. Meski demikian, ia menyebut perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan.

Hingga pekan keenam pelaksanaan, progres pembangunan disebut masih sesuai target berjalan. Disperkim juga telah melakukan pengecekan bersama Inspektorat terkait kepatuhan dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi.

"Untuk hari ini, sampai progres enam minggu, kita sudah mencapai target progres," katanya.

Rudi menegaskan, fasilitas Ruang Terbuka Publik (RTP) Sekarwangi nantinya dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya. "Gratis," pungkasnya. (adv)

Berita Terkini