Menunggu 20 Tahun, Lapang Sekarwangi Cibadak Jadi Ruang Terbuka Publik: Icon Baru Sukabumi Utara

Sukabumiupdate.com
Rabu 07 Okt 2026, 20:08 WIB
Menunggu 20 Tahun, Lapang Sekarwangi Cibadak Jadi Ruang Terbuka Publik: Icon Baru Sukabumi Utara

Sosialisasi pembangunan ruang terbuka publik lapang sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi (Sumber: dok disperkim)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Permukiman memastikan lapang sekarwangi Cibadak akan dibangun menjadi ruang publik modern. Lapang yang berada di sebelah RSUD Sekarwangi ini akan menjadi icon kawasan baru di Sukabumi Utara.

Rencana tersebut ditegaskan oleh Kadisperkim Sendi Apriadi saat melakukan sosialisasi kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kecamatan Cibadak, Rabu (7/10/2026). Pertemuan bersama pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cibadak serta perwakilan dari 15 ormas dan OKP itu berlangsung di salah satu kedai kopi di Kelurahan Cibadak.

Menurut Sendi Apriadi penataan Lapang Sekarwangi tidak hanya diarahkan untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menyesuaikan perkembangan Cibadak yang dinilai semakin strategis. Dimana fungsi yang selama ini melekat pada Lapang Sekarwangi tidak akan dihilangkan. 

Penataan justru diarahkan untuk mengkolaborasikan berbagai fungsi tersebut dalam satu kawasan, mulai dari ruang sosial, budaya, keagamaan, olahraga hingga aktivitas ekonomi. “Fungsi yang ada tidak kita hilangkan, tetapi program-programnya kita kolaborasikan. Jadi fungsi sosialnya ada, budaya ada, menjadi tempat pertemuan masyarakat, sehingga nanti bisa meningkatkan perputaran ekonomi, kebersamaan, ukhuwah, sosial budaya, olahraga dan sebagainya,” kata Sendi.

Baca Juga: Jawaban Santai Gibran Soal Putusan MK: Kalau Nggak lulus SMA, Nggak Mungkin Bisa kuliah

Karena itu, kawasan tersebut nantinya tidak sekadar menjadi ruang terbuka publik, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu identitas baru bagi masyarakat Cibadak. Sendi menyebut Lapang Sekarwangi memiliki sejarah dan sudah lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Penataan yang dilakukan saat ini, kata dia, merupakan upaya memodernisasi kawasan tanpa menghilangkan karakter lokal yang sudah ada.

“Lokasinya tidak berubah fungsi secara total, tetapi kita modernisasi supaya menjadi ikon dan identitas baru masyarakat Cibadak,” ujarnya.

Pada tahap awal, sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung fungsi tersebut. Di antaranya lapangan, jogging track, area UMKM atau food court, fasilitas olahraga, serta gerbang utama. Kawasan itu juga akan dilengkapi unsur identitas lokal berupa landmark Nayor.

Sendi mengatakan keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat Lapang Sekarwangi menjadi ruang yang bisa digunakan masyarakat untuk berolahraga, rekreasi, bersantai maupun berinteraksi.

Baca Juga: 5.460 Rumah Terdampak Bencana Diverifikasi BNPB, Pemkab Sukabumi Siapkan 3 Lokasi Relokasi

Menurutnya, pengembangan ruang publik juga perlu berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang yang selama ini beraktivitas di sekitar kawasan tersebut nantinya diarahkan agar dapat berkembang dari sisi legalitas maupun profesionalitas.

“Jadi bukan hanya untuk olahraga, tapi juga bagaimana ada tempat untuk interaksi masyarakat, ada sosial budaya, ada ekonominya,” katanya.

Disiapkan Mengikuti Perkembangan Cibadak

Penataan Lapang Sekarwangi juga tidak terlepas dari perkembangan Cibadak sebagai kawasan yang semakin ramai dan strategis. Sendi menyebut posisi Cibadak yang menjadi salah satu titik pertemuan aktivitas masyarakat membuat kawasan tersebut perlu dipersiapkan menghadapi perkembangan ke depan.

“Cibadak adalah puser, atau di istilah tata kota itu satelit. Tempat berkumpul semua sistem sosial. Dan perkembangannya setiap tahun berubah,” ujar Sendi.

Baca Juga: Kota Sukabumi Runner-up Program Integrasi Promosi Wisata SWJ Award Agustus 2026

Perkembangan akses keluar dan masuk wilayah Sukabumi juga menjadi salah satu pertimbangan. Ia menyinggung keberadaan akses tol di Cicurug, Parungkuda, dan Cibolang yang turut mempengaruhi mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

“Ini harus kita persiapkan dari sekarang, bagaimana untuk mengisi perkembangan ini dan bisa berkembang menjadi sebuah pionir kota satelit,” katanya.

Dalam konsep tersebut, ruang terbuka publik di Lapang Sekarwangi diharapkan dapat menjalankan beberapa fungsi sekaligus. Selain menjadi ruang sosial dan budaya, kawasan itu disiapkan untuk mendukung kegiatan keagamaan, olahraga, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Sendi menilai pengembangan ruang publik menjadi salah satu cara pemerintah menyediakan ruang interaksi masyarakat di tengah perkembangan kawasan. “Pemerintah itu kan ada pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, penanggulangan bencana dan sebagainya. Nah, kita dari Perkim bagaimana mengkondisikan atau membuat ruang interaksi ini,” jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Decant Parfum, Pengertian hingga 1 Ml Bisa Berapa Kali Spray?

Belajar dari Pengembangan Jampangtengah

Dalam menjelaskan arah pengembangan tersebut, Sendi mencontohkan penataan kawasan eks Terminal Bojonglopang di Kecamatan Jampangtengah. Menurutnya, keberadaan alun-alun di kawasan tersebut turut mendorong aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi. Kawasan itu juga berkembang menjadi salah satu titik transit bagi perjalanan menuju wilayah Pajampangan.

Pengalaman tersebut, kata Sendi, dapat menjadi pembelajaran dalam mengembangkan Lapang Sekarwangi. 

Namun, konsep tersebut tidak berarti harus diterapkan dengan menghilangkan sejarah maupun karakter Cibadak. Ia ingin penataan tetap mempertahankan identitas lokal yang sudah melekat pada kawasan tersebut, sekaligus memberikan ruang bagi perkembangan baru.

Gagasan Dirancang Sejak Lama

Rencana penataan Cibadak, menurut Sendi, bukan gagasan yang baru muncul. Ia bahkan menyebut pembahasan mengenai arah pengembangan kawasan tersebut sudah ada sejak dirinya menjabat sebagai lurah Cibadak pada 2006-2008.

Baca Juga: Jelang Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan

“2006-2008 saat saya jadi lurah ada grand design bagaimana Cibadak ke depannya. Sekarang sudah 20 tahun, yang sudah direncanakan akan terwujud secara bertahap,” ungkapnya.

Sendi mengatakan rencana pembangunan tersebut juga telah masuk dalam beberapa periode RPJMD Kabupaten Sukabumi. “Sudah empat kali RPJMD dan itu sudah ada sebenarnya. Mungkin tahun-tahun sebelumnya istilahnya jodohnya belum bertemu, dan baru ketemu hari ini dan bisa dieksekusi,” katanya.

Karena itu, ia berharap penataan Lapang Sekarwangi tidak dipandang hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun identitas dan ruang bersama bagi masyarakat Cibadak.

Kehadiran ormas dan OKP dalam pembahasan tersebut juga dinilai penting. Sendi melihat adanya komitmen dari berbagai elemen masyarakat untuk ikut mengawal pengembangan kawasan yang selama ini menjadi salah satu ruang bersama warga Cibadak.

Baca Juga: Slamet Soroti Selisih Data Impor Beras, Minta Pemerintah Buka Jalur Masuknya

Ia mengajak seluruh unsur masyarakat memiliki pandangan yang sama agar pembangunan tersebut dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Saya berpikir ini saatnya kita saling rangkul. Saya berharap ada kesamaan visi,” pungkasnya.

Bagian dari Penataan Lapang Sekarwangi

Sebelumnya, dalam sosialisasi awal pada Selasa, 29 September 2026, Sendi menyebut kawasan tersebut secara resmi diarahkan menjadi Ruang Terbuka Publik Sekarwangi Cibadak, bukan sekadar alun-alun.

Penataan itu disiapkan di atas lahan sekitar 5.101 meter persegi yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sehingga tidak membutuhkan pembebasan tanah. Saat itu, anggaran yang disampaikan untuk penataan mencapai sekitar Rp4,728 miliar.

Dalam konsep awal, tiga fungsi utama Lapang Sekarwangi tetap dipertahankan, yakni olahraga, kegiatan keagamaan dan aktivitas ekonomi. Pemerintah juga menyiapkan ruang bagi UMKM melalui area food court.

Baca Juga: Jangan Terlewat! Ini Urutan Doa Setelah Sholat Fardhu, Lengkap dengan Dzikir dan Bacaannya

Namun, berdasarkan informasi proyek yang terpasang di lokasi, paket pekerjaan tercantum dengan nama Paket Pekerjaan Pembangunan Alun-alun Cibadak. Nilai kontraknya tercatat sebesar Rp4.678.434.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi.

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan pada 28 September 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Penataan tersebut menjadi salah satu program yang telah lama direncanakan dan kini mulai masuk tahap pelaksanaan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan kawasan Lapang Sekarwangi dapat menjadi ruang publik yang tetap mempertahankan karakter Cibadak sekaligus mengikuti perkembangan kawasan ke depan. (Adv)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini