Lapang Sekarwangi Cibadak Sukabumi Mulai Ditata, Jadi Ruang Publik dengan Fasilitas Baru

Sukabumiupdate.com
Jumat 09 Okt 2026, 18:33 WIB
Lapang Sekarwangi Cibadak Sukabumi Mulai Ditata, Jadi Ruang Publik dengan Fasilitas Baru

Pantauan proyek penataan Ruang Terbuka Publik Lapang Sekarwangi Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/10/2026). (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Penataan Lapang Sekarwangi di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai memasuki tahap pengerjaan fisik. Pantauan Sukabumiupdate.com pada Jumat (9/10/2026) menunjukkan sejumlah aktivitas penggalian tanah dan pembongkaran pagar di area yang disiapkan menjadi Ruang Terbuka Publik (RTP) Sekarwangi Cibadak.

Di sisi lapangan, terlihat galian tanah memanjang serta gundukan tanah hasil pengerukan. Satu unit alat berat jenis ekskavator juga tampak berada di salah satu sudut lapangan.

Sementara itu pagar di bagian tepi lapangan yang berbatasan dengan jalan raya telah dibongkar. Sejumlah material bangunan, seperti batu bata dan pasir, terlihat di sekitar area pekerjaan.

Di tepi jalan raya dekat lokasi, terpasang papan peringatan bertuliskan 'Hati-hati Keluar dan Masuk Kendaraan Proyek' untuk mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di sekitar area pekerjaan.

Baca Juga: Diduga Dianiaya Teman Sekolah, Pelajar SMP di Cikembar Sukabumi Alami Memar di Kepala

Meski pengerjaan mulai terlihat di bagian tepi, sebagian area tengah lapangan yang masih ditumbuhi rumput tetap dimanfaatkan warga untuk beraktvitas. Sejumlah anak terlihat bermain di area tersebut.

Disiapkan untuk Berbagai Aktivitas Masyarakat

Penataan Lapang Sekarwangi merupakan proyek Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang publik yang mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, kegiatan sosial dan budaya, hingga aktivitas ekonomi.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, sebelumnya menjelaskan bahwa penataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan fungsi yang selama ini sudah berjalan di Lapang Sekarwangi. Berbagai aktivitas yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat akan dipadukan dengan fasilitas baru agar kawasan tersebut lebih tertata.

“Fungsi yang ada tidak kita hilangkan, tetapi program-programnya kita kolaborasikan. Jadi fungsi sosialnya ada, budaya ada, menjadi tempat pertemuan masyarakat, sehingga nanti bisa meningkatkan perputaran ekonomi, kebersamaan, ukhuwah, sosial budaya, olahraga dan sebagainya,” kata Sendi saat menjelaskan rencana penataan tersebut beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jamban Helikopter Masih Digunakan Warga Sukabumi, Wamendukbangga: Berisiko Picu Stunting

Sejumlah fasilitas direncanakan hadir di kawasan itu, antara lain lapangan, jogging track, area UMKM atau food court, gerbang utama, serta landmark Nayor sebagai unsur identitas lokal.

Menurut Sendi, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat Lapang Sekarwangi tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, berekreasi, dan mengembangkan aktivitas ekonomi.

“Lokasinya tidak berubah fungsi secara total, tetapi kita modernisasi supaya menjadi ikon dan identitas baru masyarakat Cibadak,” ujarnya.

Penataan Mengikuti Perkembangan Cibadak

Sendi mengatakan penataan ruang publik tersebut juga berkaitan dengan perkembangan Cibadak sebagai kawasan yang semakin strategis. Posisi Cibadak sebagai titik pertemuan berbagai aktivitas masyarakat dinilai perlu diimbangi dengan penyediaan ruang publik yang memadai.

Baca Juga: Eks-HGU PTPN VIII Jadi Sorotan, Fraksi Rakyat Minta Pembangunan Yonif 345 Tak Rugikan Petani Sukabumi

“Cibadak adalah puser, atau di istilah tata kota itu satelit. Tempat berkumpul semua sistem sosial. Dan perkembangannya setiap tahun berubah,” katanya.

Ia juga menyinggung perkembangan akses menuju dan keluar wilayah Sukabumi, termasuk akses tol di Cicurug, Parungkuda, dan Cibolang, yang turut memengaruhi mobilitas masyarakat.

“Ini harus kita persiapkan dari sekarang, bagaimana untuk mengisi perkembangan ini dan bisa berkembang menjadi sebuah pionir kota satelit,” ujar Sendi.

Dalam pengembangan kawasan tersebut, ia mencontohkan penataan alun-alun di eks Terminal Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah. Menurutnya, kawasan itu turut mendorong aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi, sekaligus berkembang menjadi tempat transit bagi perjalanan menuju wilayah Pajampangan.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi penataan Lapang Sekarwangi tanpa menghilangkan sejarah maupun karakter lokal Cibadak.

Baca Juga: Kuliner Jadi Penopang Investasi di Kota Sukabumi, Triwulan III 2026 Capai Rp1,5 triliun

Gagasan Telah Dirancang Sejak 2006

Sendi menyebut gagasan penataan Cibadak telah dirancang sejak dirinya menjabat sebagai lurah pada 2006–2008. Rencana tersebut, menurutnya, telah melewati beberapa periode perencanaan pembangunan daerah sebelum akhirnya masuk tahap pelaksanaan.

“2006–2008 saat saya jadi lurah ada grand design bagaimana Cibadak ke depannya. Sekarang sudah 20 tahun, yang sudah direncanakan akan terwujud secara bertahap,” ungkapnya.

Ia juga menyebut rencana pembangunan tersebut telah tercantum dalam empat periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Sudah empat kali RPJMD dan itu sudah ada sebenarnya. Mungkin tahun-tahun sebelumnya istilahnya jodohnya belum bertemu, dan baru ketemu hari ini dan bisa dieksekusi,” katanya.

Dalam pertemuan bersama perwakilan 15 ormas dan OKP se-Kecamatan Cibadak pada Rabu (7/10/2026), Sendi turut mengajak berbagai elemen masyarakat untuk mendukung penataan kawasan tersebut.

“Saya berpikir ini saatnya kita saling rangkul. Saya berharap ada kesamaan visi,” pungkasnya.

Baca Juga: Slamet Minta Pemerintah Jelaskan Isu Impor Beras, Jangan Sekadar Klaim Swasembada

Anggaran dan Target Pengerjaan

Dalam sosialisasi awal pada Selasa (29/9/2026), Sendi menyebut nama yang diarahkan untuk kawasan tersebut adalah Ruang Terbuka Publik Sekarwangi Cibadak.

Berdasarkan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tercantum dengan nama Paket Pekerjaan Pembangunan Alun-alun Cibadak. Nilai kontraknya sebesar Rp4.678.434.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan pada 28 September 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Penataan tersebut direncanakan menggunakan lahan sekitar 5.101 meter persegi yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sehingga tidak memerlukan pembebasan tanah.

Sebelumnya, Sendi menyampaikan anggaran penataan sekitar Rp4,728 miliar. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan pembangunan dapat selesai sebelum Desember 2026 agar kawasan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini