SUKABUMIUPDATE.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, resmi didapuk sebagai Komisaris Utama (Komut) Independen Bank BJB. Namun di balik penunjukan tersebut, terungkap fakta bahwa Susi sempat menolak tawaran untuk masuk ke jajaran petinggi bank pembangunan daerah tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menceritakan perjuangannya dalam meyakinkan Susi hingga akhirnya sang "Srikandi Laut" itu bersedia mengemban amanah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB di Bale Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).
"Komisaris Utama Independen, walaupun asalnya menolak, tapi akhirnya bersedia. Ibu Susi, saya sudah menyampaikan itu adalah Ratu Laut Kidul," ujar KDM dengan nada berseloroh kepada media seperti dilihat dari YouTube Biro Adpim Jabar.
Baca Juga: RUPST Bank BJB 2026: Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama, Ayi Subarna Dirut
Saat ditanya mengenai upayanya merayu Susi, KDM memberikan perumpamaan filosofis khas Jawa Barat yang mengundang tawa awak media. Ia menyamakan karakter tegas Susi dengan legenda penguasa laut selatan.
"Ya, walaupun memang Ratu Laut Kidul itu ganas, tapi kan ganasnya di laut. Tapi kalau di hutan kan takluk sama Prabu Siliwangi," tambahnya sambil tertawa.
Baca Juga: Jadi Komut BJB, Susi Pudjiastuti Usung Misi Ambil Alih Pasar Pinjol di Jabar
Selain Susi, RUPST juga menetapkan Kepala BPK Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, sebagai Komisaris Independen. Sementara di jajaran direksi, Ayi Subarna resmi diangkat menjadi Direktur Utama Bank BJB.
KDM menegaskan bahwa pemilihan figur-figur tersebut didasarkan pada rekam jejak integritas yang tidak perlu diragukan lagi. Ia berharap formasi baru ini membawa Bank BJB menjadi institusi keuangan yang lebih kredibel dan ekspansif di kancah nasional.
"Semoga dengan postur yang baru ini nanti kita akan melahirkan postur bank yang kredibel, bukan hanya eksis sebagai bank pemerintah daerah tetapi digemari di luar kepentingan pemerintah daerah di seluruh wilayah Indonesia dengan satu tagline yang nunggak, tidak mau bayar bikin macet, tenggelamkan," tandas KDM.





