KDM Berencana Keluarkan SE Ajakan Gen-Z Menikah Tanpa Pesta Mewah

Sukabumiupdate.com
Senin 13 Apr 2026, 14:29 WIB
KDM Berencana Keluarkan SE Ajakan Gen-Z Menikah Tanpa Pesta Mewah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat berpidato dalam gelaran Dies Natalis UIN SGD Bandung. Rabu (8/4/2026). (Sumber: Channel Youtub Lembur Pakuan)

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengajak generasi muda di Jawa Barat untuk memilih pernikahan sederhana dibandingkan memaksakan pesta mewah.

Langkah tersebut dinilai penting agar pernikahan tidak menjadi beban bagi orang tua, terutama dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Dedi menegaskan bahwa esensi pernikahan terletak pada keabsahan dan kesakralannya, bukan pada kemewahan acara.

Wacana tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat berpidato dalam acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati atau UIN Bandung pada Rabu (8/4/2026), yang kembali ramai diperbincangkan warganet pada Senin (13/4/2026).

“Sudahlah, saya mau bikin surat edaran, anak-anak Gen Z ini, yang sekarang mau menikah, kalau orang tuanya tidak mampu, tidak perlu memaksakan hajatan. Saya menyarankan tidak usah,” ujarnya saat berpidato dalam acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati atau UIN Bandung, pada Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Banjir Cisolok Rusak 4 Rumah, Mobil Hanyut ke Laut Belum Ditemukan

Berdasarkan tayangan di kanal YouTube Lembur Pakuan Channel yang dilihat sukabumiupdate.com, pernyataan tersebut disampaikan setelah Dedi mengaku mengamati perilaku masyarakat Sunda atau Jawa Barat secara umum yang dinilai cenderung konsumtif.

“Saya mempelajari perilaku orang sunda ini, orang Jawa Barat secara umum, apa yang membuat ketertinggalan? yaitu perilaku yang konsumeris, banyak melakukan sebuah perkara yang dia tidak cukup kapasitas untuk melakukan itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga membagikan pengalaman pribadinya saat menikah. Ia mengaku melangsungkan pernikahan dengan biaya sendiri tanpa membebani orang tua, khususnya dari pihak perempuan.

Dari acara sederhana itu, ia menerima uang amplop dari para tamu undangan. Namun, dana tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan dimanfaatkan sebagai modal usaha serta untuk membeli sepeda motor.

Baca Juga: Bansos Mulai cair di Minggu Ketiga April, Mensos: Pakai Data Terbaru

Lebih lanjut, Dedi berharap generasi muda, khususnya Gen Z, dapat bersikap lebih bijak dan efisien dalam merencanakan pernikahan. Ia menyarankan agar dana yang dimiliki lebih baik ditabung atau digunakan sebagai modal usaha demi masa depan setelah akad.

Menurutnya, memaksakan pesta pernikahan justru berpotensi membawa dampak buruk terhadap kondisi ekonomi. Di sisi lain, wacana tersebut memicu beragam tanggapan dari netizen. Sebagian berharap agar surat edaran tidak hanya ditujukan kepada calon pengantin, tetapi juga kepada para orang tua.

Pasalnya, tidak sedikit pasangan yang sebenarnya menginginkan pernikahan sederhana, namun terkendala keinginan orang tua dari generasi baby boomers yang cenderung menginginkan pesta pernikahan lebih mewah.

Berita Terkait
Berita Terkini