SUKABUMIUPDATE.com - Meta induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram, merumahkan karyawannya ditengah kebijakan restrukturisasi dan investasi kecerdasan buatan atau AI. Hampir seribu karyawan Meta mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK, terutama yang bekerja di kantor pusat Amerika Serikat.
Dilansir dari tempo.co, juru bicara Meta mengatakan pemangkasan pegawai ini sebagai bentuk dari kebijakan perusahaan untuk mencapai tujuan dalam memberdayakan para pekerja di posisi terbaiknya.
“Tim-tim di Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau menerapkan perubahan untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik,” katanya dikutip dari laporan TechCrunch pada Rabu, 25 Maret 2026.
Baca Juga: Cerita Arus Balik Lebaran: Ibu-ibu Kehabisan Ongkos di Cibadak Sukabumi
Meski terkena PHK, laporan ini menyebut bahwa beberapa karyawan Meta akan ditawari pekerjaan lain atau kesempatan untuk pindah lokasi agar tetap bekerja di perusahaan. “Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terpengaruh.”
Adapun Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram, telah mempekerjakan hampir 79 ribu karyawan pada akhir tahun lalu. PHK kali ini bakal mempengaruhi kurang dari seribu karyawan.
Pemangkasan tenaga kerja tahun ini merupakan yang kedua, setelah pada Januari lalu Meta memecat hampir 10 persen stafnya di divisi Reality Labs atau sekitar 15 ribu karyawan.





