Waspada! 7 Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu, Jangan Langsung Percaya

Sukabumiupdate.com
Jumat 15 Mei 2026, 11:00 WIB
Waspada! 7 Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu, Jangan Langsung Percaya

Waspada! 7 Ciri-Ciri Loker Palsu, Jangan Langsung Percaya (Sumber : Freepik/@pvproductions)

SUKABUMIUPDATE.com - Mencari kerja memang tidak mudah, apalagi sekarang banyak lowongan palsu yang beredar di media sosial maupun grup chat. Tidak sedikit pencari kerja yang akhirnya tertipu karena kurang teliti saat melihat informasi rekrutmen. Agar tidak menjadi korban, berikut beberapa ciri loker palsu yang perlu diwaspadai.

1. Lowongan Disebar di Media Sosial atau Grup Chat

Loker palsu sering muncul di Facebook, Telegram, atau WhatsApp dengan caption seperti “langsung kerja” atau “tanpa pengalaman”. Biasanya syaratnya terlalu mudah agar menarik banyak pelamar.

2. Link atau Kontak Tidak Resmi

Pelamar perlu waspada jika link lowongan terlihat mencurigakan atau tidak berasal dari website resmi perusahaan. Beberapa modus juga memakai nomor pribadi tanpa identitas jelas.

Baca Juga: Dicari Cowok Lulusan SMA Sederajat, KAI Buka Loker untuk Penjaga Jalur Lintasan Kereta

3. Gaji Terlalu Besar dan Tidak Masuk Akal

Loker palsu sering menawarkan gaji tinggi dengan pekerjaan yang tidak jelas atau syarat yang terlalu mudah.

4. Proses Rekrutmen Terlalu Cepat

Belum interview serius atau tes kemampuan, pelamar sudah langsung dinyatakan diterima kerja. Perusahaan resmi biasanya memiliki proses seleksi yang jelas.

5. Alamat Interview Tidak Sesuai

Banyak korban mengaku mendapat panggilan interview di lokasi yang berbeda dari nama PT yang dicantumkan seperti ruko-ruko yang jelas berbeda dengan alamat perusahaan aslinya. Bahkan terkadang tempatnya terlihat mencurigakan dan tidak seperti kantor resmi.

Baca Juga: Lowongan Kerja Sukabumi Sebagai Staff di Gerai Minuman, Minimal Lulusan SMA/SMK

6. Jobdesk Tidak Jelas

Saat ditanya soal pekerjaan, pihak perekrut sering memberikan jawaban yang berbelit atau tidak spesifik.

7. Diminta Membayar Uang

Ini menjadi tanda yang paling sering terjadi. Pelamar diminta membayar biaya administrasi, training, seragam, atau uang jaminan kerja. Padahal perusahaan resmi umumnya tidak meminta uang kepada calon karyawan.

Pencari kerja perlu lebih berhati-hati saat melihat lowongan di internet maupun media sosial. Jangan mudah tergiur gaji besar atau proses cepat tanpa mengecek kebenaran perusahaan terlebih dahulu.

Jika menemukan tanda-tanda mencurigakan, sebaiknya cari informasi tambahan agar terhindar dari penipuan berkedok lowongan kerja.

Baca Juga: Penempatan di Kota Sukabumi, Lowongan Kerja Sebagai Admin Operasional

Sumber; Berbagai Sumber

Berita Terkait
Berita Terkini