PHK Ratusan Jurnalis Berujung Mundurnya Bos The Washington Post, Will Lewis

Sukabumiupdate.com
Minggu 08 Feb 2026, 16:00 WIB
PHK Ratusan Jurnalis Berujung Mundurnya Bos The Washington Post, Will Lewis

Kepala Eksekutif The Washington Post Mengundurkan Diri Usai PHK Ratusan Jurnalis. (Sumber : X/@apostonews).

SUKABUMIUPDATE.com - Will Lewis, CEO sekaligus penerbit The Washington Post, resmi mengundurkan diri di tengah berbagai persoalan yang membelit perusahaan. Pengunduran diri ini diumumkan pada Sabtu, hanya beberapa hari setelah surat kabar tersebut menuai kritik luas akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ratusan jurnalisnya.

Dalam pernyataan singkat, Lewis menyebut keputusannya diambil “demi memastikan keberlanjutan masa depan The Post.” Melalui email internal, ia hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jeff Bezos selaku pemilik The Washington Post, tanpa menyinggung para jurnalis yang terdampak PHK.

Lewis meninggalkan jabatannya tiga hari setelah perusahaan—yang telah mengalami kerugian finansial selama bertahun-tahun—melakukan PHK besar-besaran yang memangkas sekitar 30 persen staf redaksi, atau lebih dari 300 jurnalis. 

Baca Juga: Hari Pers Nasional 2026: Sejarah HPN, Tema Tahun Ini dan Download Logo HPN

Kebijakan ini berdampak besar pada liputan lokal, internasional, dan olahraga. Marty Baron, mantan editor legendaris The Post, menyebut peristiwa tersebut sebagai salah satu “hari tergelap dalam sejarah salah satu organisasi berita terbesar di dunia.”

Dalam siaran pers yang mengumumkan kepergian Lewis, Jeff Bezos menyatakan bahwa The Washington Post memiliki “misi jurnalistik yang penting dan peluang yang luar biasa.” Ia menambahkan bahwa para pembaca “memberi peta jalan menuju kesuksesan setiap hari.” Namun, Bezos tidak menyinggung soal pemangkasan biaya atau PHK dalam pernyataannya.

Sebagai pengganti sementara, Jeff D’Onofrio, kepala keuangan The Washington Post, ditunjuk sebagai penjabat kepala eksekutif.

Kepergian Lewis secara mendadak mengejutkan banyak pihak di internal perusahaan. Ia masih terlihat menghadiri rapat pada Rabu tanpa memberi isyarat akan mundur, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut. Sehari setelahnya, Lewis bahkan difoto menghadiri sebuah acara menjelang Super Bowl di San Francisco. Foto tersebut menuai kemarahan luas karena beredar bersamaan dengan kabar penutupan departemen olahraga The Post akibat PHK, memicu protes dari staf aktif maupun mantan karyawan.

Sementara itu, pemimpin redaksi The Washington Post, Matt Murray, menjadi pihak yang menyampaikan kabar PHK kepada para karyawan melalui panggilan Zoom. Lewis sendiri tidak ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: 25 Link Twibbon Hari Pers Nasional 2026, Gratis Tinggal Download!

Sebelum bergabung dengan The Washington Post, Lewis memulai karier jurnalistiknya di Inggris sebagai reporter. Ia kemudian menjabat sebagai kepala eksekutif Dow Jones dan penerbit The Wall Street Journal, posisi yang ditinggalkannya pada tahun 2020.

PHK massal yang diumumkan pada Rabu tersebut berdampak pada ratusan jurnalis, termasuk sebagian besar staf liputan luar negeri, lokal, dan olahraga. Mengutip Yahoo, pihak The Post tidak mengungkapkan angka resmi jumlah pekerjaan yang dihapus. Namun, The New York Times melaporkan bahwa sekitar 300 dari total 800 jurnalis The Post diberhentikan.

Seluruh staf redaksi Timur Tengah diberhentikan, begitu pula koresponden yang berbasis di Kyiv, Ukraina, di tengah berlanjutnya perang dengan Rusia. Selain itu, departemen olahraga, grafis, dan berita lokal dipangkas secara drastis. Podcast harian The Post, Post Reports, juga dihentikan, menurut laporan media lokal.

Sebagai bentuk protes, ratusan orang turun ke jalan pada Kamis dan menggelar demonstrasi di depan kantor pusat The Washington Post di pusat kota Washington.

Kondisi ini mencerminkan krisis yang lebih luas di industri media cetak Amerika Serikat. Banyak surat kabar mengalami penurunan tajam pendapatan dan pelanggan akibat persaingan dengan media sosial, serta merosotnya pendapatan iklan digital dibandingkan era iklan cetak.

Mengutip Al Jazeera, Washington Post Guild atau serikat pekerja yang mewakili staf, menyatakan bahwa kepergian Lewis telah lama dinantikan.

“Warisan yang akan ditinggalkannya adalah upaya penghancuran sebuah institusi jurnalisme Amerika yang hebat,” ujar serikat jurnalis dalam pernyataannya. Mereka menegaskan bahwa masih ada waktu untuk menyelamatkan The Post, dengan mendesak Jeff Bezos agar membatalkan PHK atau menjual surat kabar tersebut kepada pihak yang bersedia berinvestasi demi masa depannya.

Dalam pernyataan terpisah, Bezos tidak menyebut nama Lewis saat mengumumkan penunjukan D’Onofrio sebagai penerbit. Ia menyatakan bahwa kepemimpinan baru siap membawa The Washington Post memasuki “babak selanjutnya yang menarik dan sukses.”

“The Post memiliki misi jurnalistik yang penting dan peluang yang luar biasa,” kata Bezos. “Setiap hari, pembaca kami menunjukkan apa yang bernilai. Data memberi tahu kami apa yang harus difokuskan.”

Sumber: New York Times, Yahoo, Aljazeera.

 

Berita Terkait
Berita Terkini