BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 111 Orang, 188 Ribu Jiwa Mengungsi

Sukabumiupdate.com
Minggu 30 Agu 2026, 19:37 WIB
BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 111 Orang, 188 Ribu Jiwa Mengungsi

Kerusakan pasca gempa M7,7 NTT di Unika St Paulus, Ruteng, Flores . (Sumber Foto: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 111 orang hingga Minggu (30/8/2026).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa angka kematian tersebut tidak mengalami penambahan dibandingkan data hari sebelumnya. Sementara itu, total korban luka-luka tercatat sebanyak 1.631 orang, dengan rincian 223 orang mengalami luka berat dan sisanya luka ringan.

"Untuk korban jiwa terdata 111 orang dan tidak ada penambahan dibandingkan data sebelumnya," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring via kanal YouTube BNPB, Minggu.

Pengungsi Mulai Berkurang, Terpusat di Nagekeo dan Manggarai

Berton mengungkapkan bahwa jumlah warga yang mengungsi saat ini mencapai 188.161 jiwa. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 4.142 jiwa dibanding pendataan sebelumnya.

Baca Juga: dokter Relawan Sukabumi Temukan Warga Penyintas Gempa NTT Alami Hipertensi dan Dehidrasi

Konsentrasi pengungsi terbesar berada di dua wilayah, yakni Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai.

"Pengungsi paling besar terkonsentrasi di Nagekeo dan Manggarai, masing-masing menyentuh angka 50.000 jiwa," jelas Berton.

Terkait tingkat kerusakan bangunan, BNPB mendata sebanyak 95.567 unit rumah di 7 kabupaten terdampak mengalami kerusakan. Rincian sementara mencatat 27.414 unit rumah rusak berat, 21.992 unit rusak sedang, dan 46.161 unit rusak ringan.

Kendati demikian, pihak BNPB menegaskan bahwa data kerusakan infrastruktur tersebut masih akan diverifikasi ulang di lapangan untuk penentuan klasifikasi bantuan renovasi.

Tren Gempa Susulan Mulai Melandai

Sejak gempa utama bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026), BMKG mencatat telah terjadi sekitar 9.756 kali gempa susulan (aftershocks). Guncangan susulan terbesar berada di magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,0.

Berton menyebutkan bahwa pola gempa susulan menunjukkan tren penurunan frekuensi hingga hari ini. Kendati melandai, ia mengimbau warga tetap waspada karena aktivitas seismik diprediksi masih berlangsung hingga 3-4 pekan pascagempa utama.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini