Karhutla Melanda Bukit Cipait Karangpara Sukabumi, Api Merembet Dekati Pemukiman Warga

Sukabumiupdate.com
Sabtu 29 Agu 2026, 19:52 WIB
Karhutla Melanda Bukit Cipait Karangpara Sukabumi, Api Merembet Dekati Pemukiman Warga

Bukit karangpara, di Gunungguruh, Sukabumi yang terbakar terlihat dari kejauhan. (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, kobaran api melanda kawasan Bukit Cipait Karangpara, tepatnya di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Sabtu (29/8/2026) malam.

Api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB dari lereng bukit. Kobaran api kemudian semakin membesar setelah diterpa angin yang cukup kencang di sekitar lokasi.

Kondisi kawasan bukit yang didominasi tumbuhan bambu dan kayu kering turut membuat api mudah menjalar. Terlebih, wilayah tersebut masih berada dalam kondisi kemarau panjang.Karhutla Melanda Bukit Cipait Karangpara Sukabumi, Api Merembet ke Bawah Dekati Pemukiman Warga.

Kobaran api yang terlihat dari kejauhan membuat warga sekitar mulai was was. Mereka khawatir api terus merembet ke bawah hingga mendekati pemukiman penduduk yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik kebakaran.

Baca Juga: Terekam CCTV! Toko di Parakansalak Sukabumi Diduga Dibobol Maling, HP dan Uang Raib

Fikri Febrian (21), warga setempat, mengatakan warga sempat mengira api berasal dari aktivitas warga yang sedang membersihkan kawasan di atas bukit. Namun, api yang semula terlihat kecil justru semakin membesar dan menjalar ke sejumlah bagian bukit.

“Awal mulanya itu nggak tahu kebakaran alami atau dibakar, pokoknya sore itu masih kecil apinya, kirain ada orang di gunung lagi bersih-bersih sekarang mah udah mulai kebawah apinya kebakar gede, atas kena, bawah kena, soalnya ke bawahnya lagi udah permukiman warga,” ujar Fikri kepada sukabumiupdate.com.

Kondisi tersebut membuat warga panik dan khawatir. Selain ancaman api yang semakin mendekati permukiman, kawasan bukit juga menjadi habitat berbagai jenis hewan.

“Warga di sini pada heboh, terus menyayangkan juga soalnya di atas kan banyak hewan juga, jarak dari pemukiman mungkin kurang lebih sekitar 1,5 kilometer ke titik api,” tambah dia.

Baca Juga: Api Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Ruko di Surade, Kerugian Capai Rp100 Juta

Upaya pemadaman kemudian dilakukan aparat desa bersama warga. Mereka langsung menuju titik kebakaran sejak api pertama kali terlihat untuk mencegah kobaran semakin meluas.

Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, kobaran api disebut mulai berangsur mengecil. Meski demikian, api masih terlihat menyala di sejumlah titik kawasan bukit.

“Ada kepala dusun, aparat desa sama warga ke atas, pokoknya sampe kedengeran keletak suara pembakaran gitu dari atas gunungnya, sekarang api masih terlihat tapi tidak besar” ucapnya.

Kondisi api yang berada di lereng bukit dan dikelilingi vegetasi yang mudah terbakar membuat warga tetap waspada. Terlebih, arah rambatan api berpotensi berubah mengikuti hembusan angin.

Hingga malam hari, aparat desa dan warga masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik api guna mengantisipasi kobaran kembali membesar dan merembet lebih dekat ke permukiman.

Berita Terkait
Berita Terkini