Sukabumi Catat Karhutla Terluas di Jabar, Polisi Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Sukabumiupdate.com
Kamis 27 Agu 2026, 13:25 WIB
Sukabumi Catat Karhutla Terluas di Jabar, Polisi Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Potret kebakaran hutan di Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukabumi semakin menjadi perhatian. Di tengah kondisi cuaca panas dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah, ratusan titik kebakaran tercatat terjadi di berbagai daerah di Jawa Barat.

Kabupaten Sukabumi bahkan menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar di Jawa Barat hingga 24 Agustus 2026. Hal itu diketahui berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, hingga tanggal tersebut tercatat 132 kejadian karhutla dengan total area yang terbakar mencapai sekitar 196,40 hektare.

Secara keseluruhan, kebakaran tersebut tersebar di 19 kabupaten dan kota, meliputi 153 desa atau kelurahan di 91 kecamatan. Luas lahan dan hutan yang terbakar di Jawa Barat bahkan telah mendekati 200 hektare.

Kondisi ini menjadi perhatian aparat kepolisian, terutama untuk memastikan apakah kebakaran yang terjadi murni dipicu faktor alam dan kondisi cuaca atau terdapat unsur kesengajaan.

Namun, hingga saat ini polisi memastikan belum menemukan indikasi tindak pidana dalam sejumlah kejadian karhutla di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: El Nino Berkepanjangan, 12.517 Warga Kota Sukabumi Terdampak Krisis Air Bersih

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan masyarakat dalam memantau setiap kejadian kebakaran lahan.

“Kolaborasi dengan Pemadam Kebakaran, belum ditemukan adanya tindak pidana unsur kesengajaan,” ujar Benny kepada sukabumiupdate.com di Parungkuda, pada Rabu (26/8/2026).

Benny menjelaskan, kondisi geografis Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran perlu diwaspadai. Wilayah Sukabumi yang didominasi pegunungan, dataran, serta hamparan lahan yang luas membuat api berpotensi cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering.

Situasi tersebut diperparah dengan cuaca panas dan berkurangnya curah hujan di sejumlah titik.

“Karena kita ketahui bersama bahwa hampir sebagian besar wilayah Sukabumi itu kan pegunungan, dataran, hamparan luas. Dan kondisinya memang itu cuaca cukup panas. Curah hujan juga bisa dikategorikan ada beberapa titik daerah yang memang berkurang,” katanya.

Menurut Benny, kepolisian tidak ingin menunggu hingga kebakaran meluas. Komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan setiap kejadian segera ditangani sekaligus mengetahui penyebabnya.

“Makanya sampai saat ini kami terus komunikasi, baik dengan Pemadam Kebakaran, masyarakat sekitar, bahwa belum ditemukan adanya unsur kesengajaan,” ucapnya.

Baca Juga: Dituduh Santet Ayah, Pria Ditusuk di Dermaga PPN Palabuhanratu Sukabumi

Untuk menekan potensi karhutla, Benny memastikan pencegahan dilakukan hingga tingkat desa. Seluruh jajaran kepolisian, termasuk Bhabinkamtibmas, dikerahkan untuk melakukan patroli di wilayah yang dinilai rawan.

“Saya pastikan seluruh jajaran sampai level Bhabinkamtibmas itu melakukan operasi patroli pencegahan kebakaran,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan patroli, polisi juga menggencarkan langkah preventif dengan memberikan imbauan kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui media sosial maupun secara langsung, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terlebih di tengah kondisi lahan yang kering.

“Salah satunya terkait dengan dilarang untuk melakukan membakar sampah pada titik-titik rawan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini