Yusuf Maulana: Semangat Kepahlawanan Harus Hidup dalam Pengabdian dan Kejujuran

Yusuf Maulana: Semangat Kepahlawanan Harus Hidup dalam Pengabdian dan Kejujuran

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS Yusuf Maulana atau Haji Aka. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Maulana atau Haji Aka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengenang jasa para pahlawan melalui upacara seremonial, tetapi juga menghidupkan semangat perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut politikus asal Sukabumi ini, para pahlawan telah berkorban dengan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan itu lewat semangat pengabdian dan kejujuran. "Semangat kepahlawanan itu tidak boleh berhenti pada upacara. Harus diisi kegiatan kekinian yang mencerminkan nilai perjuangan, pengabdian, dan kejujuran,” ujar dia, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Dewan Jabar Yusuf Maulana Tinjau Layanan BRT Bandung Raya di Kota Baru Parahyangan

Yusuf menegaskan semangat kepahlawanan dapat diwujudkan dari berbagai latar belakang profesi. Guru, kata dia, bisa dengan mendidik generasi bangsa. Petani berjuang menjaga ketahanan pangan untuk kesejahteraan, sedangkan pelajar berjuang dengan ketekunan belajar demi masa depan. “Bagi kami wakil rakyat, memperjuangkan aspirasi masyarakat dan bertanggung jawab atas amanah yang telah diberikan,” katanya.

Ia menutup pesannya dengan ajakan agar seluruh masyarakat menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk memperkuat semangat kerja yang berkeadilan, mensejahterakan rakyat, dan menumbuhkan kebersamaan. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Mari kita hargai mereka dengan semangat bekerja yang berkeadilan, kesejahteraan, dan kebersamaan,” lanjut Yusuf. (ADV)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB