SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5C Universitas Nusa Putra menghadirkan inovasi pengelolaan sampah melalui pembangunan incinerator di Kampung Cisalada, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan pengelolaan sampah di lingkungan desa.
Pembangunan incinerator ini berawal dari keresahan mahasiswa KKN terhadap kondisi pengelolaan sampah di Kampung Cisalada. Keterbatasan layanan pengangkutan sampah, termasuk tidak adanya armada pengangkut sampah yang secara rutin menjangkau wilayah tersebut, membuat sebagian masyarakat memilih untuk membakar sampah secara mandiri.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap asap hasil pembakaran yang dapat mengganggu lingkungan dan masyarakat sekitar.
Program pembangunan incinerator ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKN, yakni Kelompok 5C, Kelompok 5D, dan Kelompok 5E (Riset). Program tersebut menjadi salah satu program unggulan yang diprioritaskan dalam rangkaian kegiatan KKN Kelompok 5.
Baca Juga: Terendus dari Transaksi ATM, ART Pembunuh Dosen di Kampung Bakti Sukabumi Diringkus
Selain program incinerator, kelompok-kelompok KKN lainnya, termasuk Kelompok 5A dan Kelompok 5B, turut melaksanakan berbagai program kerja sesuai dengan fokus dan kebutuhan masyarakat di wilayah Desa Cikidang.
Pembangunan incinerator dilakukan melalui proses perancangan, pembangunan, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan dan pengelolaan sampah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut melibatkan masyarakat melalui kerja sama dan gotong royong.
Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami fungsi serta pemanfaatan fasilitas yang telah dibuat.
Dimas Nurwiji selaku Ketua KKN Kelompok 5C menyampaikan bahwa kerja sama dan keterbukaan masyarakat selama proses perancangan hingga sosialisasi menjadi salah satu hal yang mendukung terlaksananya program tersebut.
"Alat ini dirancang untuk mengurangi sampah anorganik dan kering secara efisien serta ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan menjadi awal terbentuknya sistem pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan di Kampung Cisalada," ujar Dimas selaku Ketua KKN 5C.
Kehadiran program tersebut mendapat respons positif dari perangkat wilayah setempat. Kepala Dusun menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan alternatif pengelolaan sampah bagi masyarakat Kampung Cisalada.
Baca Juga: Biang Macet, Jembatan Sempit Dekat Pantai Cibuaya Sukabumi Diperlebar Warga
“Semoga ini bermanfaat kepada warga terutama kepada warga Kampung Cisalada dan semoga bermanfaat untuk semua warga yang ingin menggunakan tempat pembakaran sampah ini.” Ujar Pak Kepala Dusun.
Hal senada disampaikan oleh Deden, selaku Ketua RT di Kampung Cisalada. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah di lingkungan sekitar.
“Sangat membantu untuk warga kampung cisalada dan semoga bermanfaat untuk warga Kampung Cisalada” Ucapnya.
Warga Kampung Cisalada pun menyambut baik kehadiran incinerator tersebut. Salah satu warga mengaku terbantu dengan adanya fasilitas baru untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan kampung.
“Alhamdulliah pendapat saya dengan adanya tempat pembakaran sampah dapat membantu Masyarakat agar tidak jauh-jauh jika ingin membuang sampah dengan adanya tempat pembakaran sampah ini dapat membantu Masyarakat untuk membakar sampah di satu area.” Ungkap Ibu Neneng selaku warga Kampung Cisalada. Rangkaian peresmian diawali dengan kegiatan gotong royong bersama warga Kampung Cisalada.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 5C turut memperkenalkan incinerator sebagai fasilitas baru yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Hari Kedua, Gelombang Tinggi Hambat Pencarian Pelajar Hilang di Pantai Istiqomah Sukabumi
Kegiatan berlangsung meriah dan ditutup dengan pembagian doorprize yang disambut antusias oleh warga. Selain Program unggulan ini Mahasiswa KKN Kelompok 5C juga memiliki program kerja lainnya sebagai bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa melaksanakan program Mengajar Mengaji Al-Qur'an yang disertai dengan Wakaf Mushaf Al-Qur'an. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung kemampuan membaca AlQur'an anak-anak sekaligus menyediakan mushaf yang layak untuk menunjang proses pembelajaran.
Lalu Sosialisasi Perlindungan Perkawinan Anak di Bawah Umur yang menyasar remaja dan orang tua. Sosialisasi tersebut membahas dampak perkawinan anak dari aspek hukum, kesehatan, dan psikologis, sekaligus mendorong pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi anak.
Dalam rangka memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, mahasiswa KKN Kelompok 5C berkolaborasi dengan warga Kampung Cisalada dalam kegiatan menghiasi gapura kampung. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut Hari Kemerdekaan sekaligus menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Kelompok KKN 5C untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Cikidang melalui kegiatan yang menyentuh aspek lingkungan, keagamaan, perlindungan anak, serta kebersamaan sosial.
Melalui pembangunan incinerator dan berbagai program pendukung lainnya, mahasiswa KKN berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong keberlanjutan berbagai inisiatif yang telah dimulai selama pelaksanaan KKN.
Selain pembangunan incinerator sebagai program unggulan, mahasiswa KKN Kelompok 5C juga memiliki sejumlah program kerja lainnya sebagai bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat. Program-program tersebut mencakup bidang keagamaan, perlindungan anak, pendidikan, serta kegiatan sosial dan gotong royong bersama warga Kampung Cisalada.
KKN Kelompok 5C Hadirkan Program Mengajar, Perlindungan Anak, Gotong Royong, dan Pengelolaan Lingkungan
Salah satunya yakni program Mengajar Mengaji Al-Qur'an yang disertai dengan Wakaf Mushaf Al-Qur'an. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak sekaligus menyediakan mushaf yang layak untuk menunjang proses pembelajaran.
Aulia selaku Koordinator Program Mengajar Mengaji dan salah satu pengajar menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan bangga atas terlaksananya program kerja Mengajar Mengaji Al-Qur’an dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an. Melalui pendampingan mengaji, kami berkomitmen memperkuat fondasi keagamaan dan kemampuan membaca Al-Qur'an adik-adik sejak dini. Dukungan wakaf mushaf Al-Qur'an yang layak juga kami hadirkan untuk menunjang fasilitas belajar mereka. Semoga program ini menjadi aliran keberkahan dan memotivasi lahirnya generasi yang cinta Al-Qur'an,” tuturnya.
Selain itu, program kerja lainnya yakni Sosialisasi Perlindungan Perkawinan Anak di Bawah Umur yang bekerja sama dengan Kelompok 5D Cikidang. Kegiatan tersebut menyasar remaja dan orang tua dengan memberikan edukasi mengenai berbagai dampak perkawinan anak, baik dari sisi hukum, kesehatan, maupun psikologis.
Sosialisasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan hak anak dan keberlanjutan pendidikan. Edukasi bagi remaja dan orang tua mengenai dampak hukum, kesehatan, serta psikologis dari perkawinan dini dinilai penting dilakukan, sekaligus untuk mendorong penuntasan pendidikan.
Antusiasme dan partisipasi aktif warga menjadi bukti menguatnya kesadaran bersama dalam melindungi hak-hak anak di desa tersebut.
Dalam rangka memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, mahasiswa KKN Kelompok 5C juga berkolaborasi dengan warga Kampung Cisalada dalam kegiatan menghiasi gapura kampung.
Mahasiswa bersama warga bergotong royong menghias dan memperindah gapura dengan ornamen serta tulisan yang menjadi bagian dari suasana peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut Hari Kemerdekaan sekaligus menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat.
Dimas Nurwiji selaku ketua memiliki harapan bahwa kegiatan menghias gapura ini menjadi wadah gotong royong yang mempererat kebersamaan mahasiswa dan warga.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Kelompok KKN 5C untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Cikidang melalui kegiatan yang menyentuh aspek lingkungan, keagamaan, perlindungan anak, serta kebersamaan sosial.
Melalui pembangunan incinerator dan berbagai program pendukung lainnya, mahasiswa KKN berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong keberlanjutan berbagai inisiatif yang telah dimulai selama pelaksanaan KKN.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar di Desa Cikidang, khususnya Kampung Cisalada.















