SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa Universitas Nusa Putra yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Perbawati, Kabupaten Sukabumi, membangun penampungan air utama bagi warga Kampung Lembur Pasir.
Fasilitas yang dilengkapi sistem filtrasi tersebut diharapkan dapat mendukung distribusi air kepada sekitar 60 rumah warga atau kurang lebih 200 jiwa.
Pembangunan penampungan air dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di wilayah RW 01, RT 01 dan RT 02, Kampung Lembur Pasir, Desa Perbawati. Penampungan air ini menjadi program utama tim KKN selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga. Karena itu, upaya membenahi distribusi air menjadi langkah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Persoalan yang dihadapi warga bersumber dari distribusi air. Selama ini, aliran air ke rumah-rumah di Kampung Lembur Pasir belum merata. Salah satu penyebabnya, kampung tersebut belum memiliki penampungan air utama yang dapat menjadi pusat penampungan sebelum air didistribusikan kepada masyarakat.
Baca Juga: SALAH: Guru Bakal Dilarang Kemendikbud Punya Barang Mewah
Tanpa titik penampungan utama, air belum dapat diatur dan dibagikan ke rumah-rumah warga secara optimal. Kondisi inilah yang kemudian dijawab peserta KKN melalui pembangunan penampungan air utama.
Penampungan yang dibangun berfungsi sebagai titik pusat sebelum air dialirkan ke rumah-rumah warga. Dengan adanya fasilitas tersebut, proses distribusi air kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Penampungan itu tidak dibangun sekadar sebagai tempat menyimpan air. Tim KKN melengkapinya dengan sistem filtrasi yang bertujuan membantu membuat air yang didistribusikan kepada warga menjadi lebih bersih sebelum digunakan.
Penampungan utama dan sistem filtrasi tersebut dimaksudkan bekerja dalam satu rangkaian, yaitu air dikumpulkan di satu titik, disaring, lalu didistribusikan kepada warga.
Selain sistem filtrasi, mahasiswa Universitas Nusa Putra juga membuat alat pendeteksi pH air. Alat tersebut ditujukan untuk membantu warga mengetahui kondisi pH air sebagai salah satu parameter dalam memantau kualitas air.
Baca Juga: Dua Kali Kebakaran di TPA Cikundul Sukabumi, 1.000 Meter Persegi Lahan Terdampak
Meski demikian, pH hanyalah satu dari sejumlah parameter kualitas air. Nilai pH tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyatakan air layak diminum. Penilaian kelayakan air untuk dikonsumsi tetap memerlukan pemeriksaan parameter kualitas air lainnya, seperti parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi.
Penampungan air ini diharapkan dapat mendukung distribusi air kepada sekitar 60 rumah warga dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 200 jiwa. Bagi masyarakat Lembur Pasir, keberadaan fasilitas ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air di lingkungan mereka.
Penampungan Air untuk Warga Lembur Pasir Sukabumi.
Ketua KKN Universitas Nusa Putra, Dimas Nugraha Kusuma bersama tim KKN, menyampaikan harapan agar pembangunan penampungan air tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan penampungan air ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat di Kampung Lembur Pasir. Kami berharap sarana yang dibangun bersama ini dapat membantu mendukung distribusi air bagi warga dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain pembangunan fisik, kami juga berupaya hadir melalui kegiatan pendidikan, sosial, dan lingkungan agar pelaksanaan KKN dapat memberikan kontribusi yang lebih menyeluruh bagi masyarakat Desa Perbawati,” kata Dimas, Senin (28/9/2026).
Kepala Desa Perbawati, Ruhyat Iskandar, S.Pd., menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra, khususnya pembangunan penampungan air di Kampung Lembur Pasir.
Baca Juga: Heboh Penempatan Manajer Kopdes Dinilai Jauh dari Domisili Asal, Ini Penyebabnya
“Pemerintah Desa Perbawati menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra, khususnya pembangunan penampungan air di Kampung Lembur Pasir. Kami berharap sarana ini dapat membantu kebutuhan masyarakat dan mendukung distribusi air agar lebih baik. Kami juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan karena kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang positif antara mahasiswa dan masyarakat Desa Perbawati,” ujar Ruhyat.
Selain program pembangunan tersebut, mahasiswa KKN juga hadir dalam sejumlah kegiatan lain selama masa pengabdian di Desa Perbawati.
Mahasiswa Nusa Putra.
Terlibat dalam Kegiatan Kenaikan Kelas MDTU ATTAUFIQURAHMAN
Keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra tidak hanya diwujudkan melalui program yang mereka rancang sendiri, tetapi juga lewat partisipasi dalam kegiatan yang telah berjalan di tengah masyarakat.
Pada 16 Juni 2026, tim KKN turut menjadi panitia dalam kegiatan kenaikan kelas di MDTU ATTAUFIQURAHMAN.
Dalam kegiatan tersebut, tim KKN berkolaborasi dengan remaja masjid dan warga sekitar Kampung Reuma. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan pendidikan sekaligus kemasyarakatan yang sudah berjalan di lingkungan Desa Perbawati.
Rumah Belajar, Kontribusi di Bidang Pendidikan
Di luar pembangunan fisik dan keterlibatan dalam kegiatan madrasah, peserta KKN juga hadir di bidang pendidikan melalui program Rumah Belajar.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu di Posko KKN dan ditujukan bagi anak-anak usia TK serta siswa SD kelas bawah.
Rumah Belajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses belajar anak-anak di lingkungan Desa Perbawati. Pada kegiatan tersebut, Posko KKN menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bersama para mahasiswa sekaligus membuka ruang interaksi antara mahasiswa dan anak-anak di lingkungan desa.
SAVE SUKABUMI UTARA III: Kolaborasi untuk Lingkungan
Kepedulian tim KKN juga diwujudkan di bidang sosial dan lingkungan. Pada 27 Juni 2026, mahasiswa berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Perbawati dan PAKSI EXTRASS, serta mapala dari berbagai sekolah dan komunitas, dalam kegiatan bertajuk SAVE SUKABUMI UTARA III.
Baca Juga: Anak Krakatau Masuk Fase Inkubasi, BRIN Ungkap Potensi Longsoran dan Tsunami pada 2036
Dalam kegiatan tersebut, mereka membersihkan area Pondok Halimun dan melakukan penghijauan atau reboisasi.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi mahasiswa dengan pemuda dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan di wilayah Sukabumi Utara.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa KKN Universitas Nusa Putra di Desa Perbawati tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Penampungan air menjadi program untuk mendukung distribusi air di Lembur Pasir, keterlibatan dalam kegiatan kenaikan kelas di MDTU ATTAUFIQURAHMAN mencerminkan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan, Rumah Belajar menyentuh bidang pendidikan anak-anak, sementara SAVE SUKABUMI UTARA III mencerminkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Dari air bersih, dukungan kegiatan pendidikan keagamaan, ruang belajar anak, hingga kelestarian lingkungan, rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat menyentuh berbagai sisi kehidupan masyarakat desa.
Bagi warga Kampung Lembur Pasir, penampungan air yang telah dibangun diharapkan menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan bersama dan terus memberi manfaat bagi kebutuhan air masyarakat. (adv)














