Hari Kedua, Gelombang Tinggi Hambat Pencarian Pelajar Hilang di Pantai Istiqomah Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Minggu 04 Okt 2026, 14:41 WIB
Hari Kedua, Gelombang Tinggi Hambat Pencarian Pelajar Hilang di Pantai Istiqomah Sukabumi

Proses pencarian pelajar asal Nagrak yang hilang di laut Pantai Istiqomah oleh Tim SAR. (Sumber Foto: Dok. Pos SAR Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com - Operasi pencarian terhadap Doa Khairul Ikhsan (16), pelajar asal Nagrak yang hilang terseret ombak di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, memasuki hari kedua pada Minggu (4/10/2026).

Proses pencarian hari kedua berlangsung tidak mudah, lantaran Tim SAR Gabungan harus bertaruh keselamatan menghadapi embusan angin kencang hingga gelombang laut ekstrem yang dilaporkan mencapai ketinggian 2 hingga 4 meter.

Koordinator Basarnas Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca buruk menjadi kendala utama yang menghambat pergerakan tim di perairan.

"Kendala yang pertama yaitu angin yang berembus cukup kuat dari tengah ke darat dengan kisaran 13 sampai 30 knot. Terus dengan gelombang yang saat ini memang berdasarkan BMKG cukup tinggi, sekitar 2 sampai 4 meter," kata Suryo, saat ditemui sukabumiupdate.com di Pantai Istiqomah, Minggu (4/10/2026).

Baca Juga: Dua Pelajar Sukabumi Terseret Ombak Pantai Istiqomah, Satu Masih Hilang

Suryo mengungkapkan, tingginya gelombang juga dirasakan langsung oleh petugas saat melakukan pencarian di tengah laut.

"Pada saat itu gelombang dan ombak cukup tinggi. Karena kita waktu pencarian juga merasakan besarnya ombak di tengah itu sangat tinggi," ujarnya.

Meski menghadapi kondisi laut yang berisiko tinggi, tim SAR gabungan tetap memperluas jangkauan operasi dengan mengerahkan empat unit operasional atau Search and Rescue Unit (SRU) secara paralel.

SRU 1 melaksanakan penyisiran di perairan menggunakan perahu karet (rubber boat) hingga radius 4 mil laut (nautical mile). Sementara SRU 2 bergerak menggunakan kapal speed boat milik Polairud dengan daya jangkau sejauh 3 mil laut.

Baca Juga: Polisi Sita Sabit 1,5 Meter, Pelajar Parungkuda Sukabumi Terluka Akibat Kecelakaan Usai Duel

Untuk optimalisasi di pesisir, SRU 3 melakukan penyisiran visual melalui jalur darat di sepanjang garis pantai sejauh 2 kilometer. Langkah pencarian ini diperkuat oleh SRU 4 yang melakukan pemantauan udara menggunakan drone dengan radius jangkauan sekitar 300 meter dari titik lokasi kejadian.

Diberitakan sebelumnya, Doa dilaporkan hilang setelah tergulung ombak saat berenang bersama rekannya di Pantai Istiqomah, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara satu korban lainnya, Hafidz Mubarok (17), berhasil diselamatkan oleh kru Balawista.

Suryo mengimbau wisatawan agar tidak mengabaikan rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang petugas penjaga pantai.

"Himbauan kami tidak akan henti-hentinya untuk melaksanakan himbauan agar seluruh wisatawan selalu berhati-hati dan mengikuti rambu-rambu yang sudah dipasang oleh teman-teman penjaga pantai," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini