SUKABUMIUPDATE.com - Olahraga sambil menjaga lingkungan. Itulah konsep yang diusung IPB Green Run Sukabumi 2026. Sebanyak 300 peserta turun ke jalan mengikuti plogging, yakni berlari santai sembari memungut sampah di sejumlah titik di Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa IPB University ini bukan sekadar mengajak masyarakat berolahraga. Lebih dari itu, peserta diajak membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui aksi sederhana, yakni tidak membiarkan sampah berserakan dan ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan ruang publik.
Ketua Pelaksana IPB Green Run Sukabumi 2026 Muhammad Haikal Baihaqi menjelaskan plogging merupakan konsep olahraga yang memadukan aktivitas lari santai dengan memungut sampah. Istilah tersebut mengikuti tren yang berasal dari Swedia.
"Konsep plogging ini mengikuti tren dari Swedia, yaitu berlari santai sambil memungut sampah. Jadi, peserta melakukan lari kecil sekaligus mengutip sampah yang ditemukan di sepanjang rute," kata dia kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Masalah Sampah di Sukabumi: Di Jalan, Pemukiman, Selokan Hingga ke Gunung
Para peserta memulai kegiatan dari kawasan Balai Kota Sukabumi. Panitia menyiapkan lima jalur berbeda agar aktivitas memungut sampah tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
Namun, hal menarik dari kegiatan ini bukan hanya jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan. Panitia juga menyiapkan skema pengelolaan agar sampah tersebut tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Haikal menyebutkan, pihaknya menargetkan sekitar 90 persen sampah hasil plogging dapat dikelola kembali melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi dan komunitas. Adapun 10 persen sisanya akan dibawa ke TPA.
Sampah anorganik akan dipilah dan disalurkan melalui kerja sama dengan bank sampah untuk diolah menjadi kerajinan maupun produk bernilai ekonomi kreatif.
Sementara itu, sampah organik akan dimanfaatkan sebagai pakan maggot melalui kerja sama dengan rumah maggot di kawasan Salabintana.
"Output kegiatan ini bukan hanya mengumpulkan sampah kemudian membawanya ke TPA. Kami berupaya memaksimalkan pengelolaan sampah, sekitar 90 persen dikelola dan 10 persen dibawa ke TPA," jelasnya.
IPB Green Run Sukabumi 2026 sendiri tidak berhenti pada kegiatan plogging. Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju acara utama yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026 di Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi.
Untuk acara utama, panitia menargetkan 450 hingga 500 peserta. Hingga Sabtu ini, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 430 orang.
Haikal mengatakan kegiatan ini terbuka bagi masyarakat luas, bukan hanya mahasiswa. Bahkan, berdasarkan data pendaftaran sementara, peserta dari kalangan umum lebih mendominasi dibandingkan mahasiswa.
"Untuk segmentasi peserta, bukan hanya mahasiswa, tetapi masyarakat secara luas. Bahkan, berdasarkan persentase pendaftar saat ini, jumlah masyarakat umum lebih banyak dibandingkan mahasiswa," ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Sukabumi. Asisten Daerah (Asda) III Setda Kota Sukabumi Imran Wardhani menilai konsep olahraga sambil memungut sampah memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, persoalan sampah di Kota Sukabumi masih menjadi tantangan.
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), produksi sampah di Kota Sukabumi rata-rata mencapai 190 ton per hari. Kondisi tersebut juga dihadapkan pada keterbatasan armada pengangkut serta kapasitas lahan TPA.
"Alhamdulillah, Pemerintah Kota Sukabumi sangat menyambut positif kegiatan ini. Karena ada dua hal, yaitu jogging sambil memungut sampah, yakni kesehatan dan juga kepedulian lingkungan," ungkap Imran.
Pemkot Sukabumi turut mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan personel DLH, tim Saber Sapu Bersih, armada, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan panitia.
Baca Juga: Tim Restek Nusa Putra University Raih Hibah Rp50 Juta di Hackathon PRIME STeP 2026 IPB
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi IPB University sekaligus Pjs. Direktur Kampus IPB Sukabumi, Aceng Hidayat, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk pendidikan lingkungan melalui keteladanan.
Menurut Aceng, kesadaran terhadap lingkungan perlu dibangun hingga menjadi perilaku dan kebiasaan. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya melakukan aksi memungut sampah saat kegiatan berlangsung, tetapi juga bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dalam keseharian.
"Kesadaran akan menjadi perilaku, perilaku menjadi kebiasaan. Dan ini adalah pendidikan dengan contoh atau keteladanan," kata Aceng.
Dia berharap IPB Green Run dapat menjadi kegiatan berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di Kota Sukabumi.
Aceng juga mengungkapkan rencana menjadikan Kampus IPB Sukabumi sebagai kampus ramah lingkungan. Upaya tersebut diharapkan dapat dimulai sejak dini, seiring perkembangan kampus dan jumlah mahasiswanya.
"InsyaAllah ini akan menjadikan Kampus IPB Sukabumi sebagai kampus hijau. Kami ingin menjadikan kampus yang ramah lingkungan," kata dia.















