SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pekerja tambal ban bernama Dede (27) asal Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan oleh dua orang yang diduga anggota geng motor di wilayah Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah bengkel tambal ban yang berada di depan Terminal Tipe C Jalur Lingkar Selatan, Jumat (25/9/2026) lalu, sekitar pukul 05.00 WIB.
Rekan korban, Rifan Abdul Azis (30), mengatakan saat kejadian Dede sedang tertidur di tempatnya bekerja. Tiba-tiba, dua orang menggunakan sepeda motor dan mengenakan cadar datang ke lokasi.
Menurut Rifan, Dede sempat mengira keduanya datang untuk mengisi angin ban. Namun, salah seorang terduga pelaku justru mengambil celurit yang disimpan di bagian belakang dan langsung menyerang korban.
"Dia (korban) lagi tidur karena kejadiannya sekitar jam lima subuh. Dikira mau ngisi angin, ternyata bukan. Malah mengambil celurit dari belakang dan langsung dibacok ke yang kerja," kata Rifan kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Dua Pelajar Kota Sukabumi Wakili Jabar di Ajang Duta Batik Cilik Nasional
Rifan menyebut Dede sempat melakukan perlawanan hingga berhasil merebut senjata tajam yang digunakan pelaku. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian siku tangan, jari, dan kepala.
"Korban melawan, sampai celuritnya itu nempel di tangan korban, sudah dibacok itu," ujarnya.
Menurut Rifan, saat kejadian salah seorang pelaku sempat mengatakan bahwa adiknya telah menjadi korban pembacokan.
"Katanya, 'Adik urang dibacokan ku maneh' (adik saya dibacok sama kamu)," kata Rifan.
Padahal, menurut Rifan, Dede tidak mengetahui persoalan tersebut. Ia juga tidak mengenal ataupun pernah memiliki masalah dengan pelaku.
Baca Juga: Israel Houghton, Pemerintah Tolak Izin Konser Musik Musisi Pro-Zionis di Indonesia
"Enggak ada masalah apa-apa. Orangnya juga jarang ngomong," ungkapnya.
Rifan menduga aksi tersebut berkaitan dengan bentrokan antargeng motor yang terjadi di sekitar lokasi pada Rabu malam, beberapa hari sebelum kejadian pembacokan.
Saat bentrokan tersebut terjadi, Dede disebut memilih menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam tempat kerja karena khawatir menjadi korban.
"Memang malam Rabunya ada yang bentrok di depan situ, geng motor. Waktu itu dia malah lari ke dalam untuk menyelamatkan diri," tuturnya.
Saat pembacokan terjadi, terdapat dua orang di dalam bengkel. Namun, teman korban memilih melarikan diri setelah melihat terduga pelaku mengeluarkan celurit.
Sementara Dede berusaha menghadapi serangan tersebut hingga akhirnya mengalami sejumlah luka.
Baca Juga: Menghapus “No Viral No Justice”, Memahami Janji Kapolri Suyudi Soal Perbaikan Kinerja Polisi
Setelah kejadian, korban kemudian dibawa ke RSUD R Syamsudin SH (Bunut) untuk mendapatkan perawatan medis. Rifan menyebut Dede mendapat puluhan jahitan akibat luka yang dialaminya.
"Kalau enggak salah total jahitannya sekitar 49 jahitan. Di tangan sekitar sembilan jahitan, bagian tengah tujuh, bagian luar 12 jahitan. Sisanya di kepala," jelasnya.
Menurut Rifan, kondisi Dede hingga kini belum pulih sepenuhnya. Korban masih menjalani pemulihan di rumah dan belum kembali bekerja.
Terkait upaya pelaporan, Rifan mengatakan pihaknya sempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baros setelah pembacokan terjadi. Namun, pihaknya kemudian disarankan untuk membuat laporan ke Polres Sukabumi Kota.
Baca Juga: 27 Warga Gunungguruh Sukabumi Diare Massal, Polisi Selidiki Sumber Air yang Dikonsumsi
"Sesudah kejadian sempat melapor ke Polsek Baros, tetapi disarankan untuk langsung melapor ke Polres Sukabumi Kota," pungkasnya.














