SUKABUMIUPDATE.com – Dua terduga pelaku utama dalam aksi brutal pembacokan yang terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, tepatnya di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, berhasil diamankan polisi. Keduanya masing-masing berinisial AS (30) dan TW (31), diamankan di perbukitan Panyireupan, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/9/2026) sekira pukul 14.30 Wib.
Keduanya diduga sebagai pelaku utama dalam aksi penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial. Kapolsek Sukalarang, Polres Sukabumi Kota, IPTU Rahmat Mulyadi, membenarkan penangkapan tersebut.
"Kami dari Polsek Sukalarang telah mengamankan dua orang terduga tersangka pelaku pengeroyokan," ujar Rahmat kepada sukabumiUpdate.com, Kamis (24/9/2026).
Rahmat menjelaskan, kedua terduga pelaku diamankan setelah polisi melakukan pengejaran lantaran keduanya diduga melarikan diri usai insiden pembacokan tersebut. "Mereka diamankan saat bersembunyi di perbukitan wilayah Cianjur," ucapnya.
Baca Juga: Hutan Pinus Perhutani Blok Puncak Pilar Sukabumi Terbakar, Kades: Diduga Gegara Rokok
Setelah diamankan, AS dan TW kemudian dibawa ke Polsek Sukalarang untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait keterlibatan keduanya dalam insiden tersebut. "Keduanya sudah diamankan untuk pendalaman lebih lanjut terkait motif dan modus operandinya," kata Rahmat.
Sebelumnya, insiden dugaan penganiayaan terjadi di Jalan Sukabumi-Cianjur, tepatnya di depan SPBE PT Pertamina Trading, Cimangkok, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 nb WIB.
Kapolsek Sukalarang, Polres Sukabumi Kota, IPTU Rahmat Mulyadi, menjelaskan penangkapan pelaku.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video aksi kekerasan beredar di media sosial.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota IPDA Ade Ruli Bahtiarudin menambahkan berdasarkan pemeriksaan sementara, insiden itu diduga bermula dari pertemuan sejumlah pihak yang hendak menyelesaikan persoalan.
Baca Juga: Bonceng Tiga Lintasi Perbaikan Jalan, Honda Beat Masuk Jurang di Ciemas Sukabumi
“Peristiwa tersebut bermula ketika para pihak sebelumnya berjanji untuk bertemu dan menyelesaikan suatu permasalahan. Namun, dalam pertemuan tersebut tidak ada titik temu sehingga terjadi cekcok mulut yang kemudian berujung pada aksi saling bacok,” ujar Ade kepada SukabumiUpdate.com, Rabu (23/9/2026).
Dalam kejadian tersebut, sejumlah orang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Sebelumnya, empat korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSU Hermina Sukabumi. Dua korban mengalami luka ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan, sementara dua lainnya mengalami luka berat.
Salah satu korban berinisial R (31) sempat mengalami multiple trauma dan syok perdarahan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH (Bunut) Sukabumi. Sementara korban D (28) menjalani tindakan operasi di RSU Hermina Sukabumi dan kondisinya dilaporkan stabil.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk motif serta peran masing-masing pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.













