SUKABUMIUPDATE.com - Para petani di Desa Kadaleman, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan aksi swadaya yang luar biasa. Demi memastikan kelancaran pasokan air irigasi menjelang musim tanam, mereka berinisiatif mengumpulkan iuran mandiri guna membiayai perbaikan Pintu Air Bendungan Cikarang–Cigangsa di Kampung Bojongkoneng, Desa Kadaleman.
Kerusakan bendungan yang membentang di aliran Sungai Cikarang ini berawal dari bencana banjir besar pada tahun 2025 lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemegang kewenangan atas struktur tersebut sebenarnya sempat menyalurkan bantuan rehabilitasi. Namun, pengerjaannya terhenti dan tidak sampai tuntas.
Kepala Desa Kadaleman, Rosid, menjelaskan bahwa pihak pelaksana proyek sebelumnya gagal menyelesaikan pembangunan pintu air utama akibat kendala cuaca dan tingginya debit air saat itu.
Baca Juga: Gempa M4,6 Guncang Barat Daya Bayah Banten, Getarannya Dirasakan Warga Sukabumi
"Waktu itu memang ada bantuan perbaikan atau rehabilitasi dari provinsi. Tapi karena banjir datang terus, pengerjaan pintu bendungan tidak selesai. Kami kira mau dilanjutkan oleh pihak pelaksana, tapi ternyata tidak ada keberlanjutannya," ujar Rosid kepada sukabumiupdate.com, Rabu (30/9/2026).
Rosid menambahkan, sebelum menggelar aksi swadaya ini, warga bersama pihak Mitra Cai dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cikarang–Cigangsa sempat membuat penutup darurat menggunakan material kayu. Sayangnya, penanganan sementara itu kembali hancur diterjang banjir susulan.
Melihat kondisi cuaca yang kini memasuki musim kemarau dan kekhawatiran akan datangnya musim hujan serta Musim Tanam Pertama (MT 1), para petani memutuskan untuk mengambil langkah cepat tanpa menunggu penanganan pemerintah.
Baca Juga: Rumah Ludes Terbakar, Janda 2 Anak di Kalibunder Sukabumi Mengungsi dan Butuh Bantuan
Sasarannya adalah dengan memperbaiki pintu air yang rusak. Diantaranya terdiri dari tiga pintu air, di mana masing-masing pintu memiliki dimensi panjang 5 meter dengan tinggi 2 meter.
"Pintu pembuangannya itu hancur total terbawa air, bahkan konstruksi besinya ikut hanyut. Karena warga sangat butuh air dan takut keburu masuk musim hujan, akhirnya diputuskan hasil kesepakatan bersama petani, Mitra Cai, dan P3A, untuk perbaikan permanen menggunakan tembok," kata Rosid.
Untuk merealisasikannya, warga dan petani mengumpulkan iuran seadanya sesuai kemampuan masing-masing. Pengerjaan fisik pembuatan pintu bendungan pun dilakukan secara gotong royong selama kurun waktu empat hari terakhir.
Baca Juga: Kobong Ponpes di Surade Sukabumi Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Charger HP
Keberadaan Bendungan Cikarang–Cigangsa dinilai sangat vital bagi keberlangsungan sektor pertanian di kawasan Surade dan sekitarnya. Ribuan hektar lahan pertanian yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Desa Kadaleman, Desa Sirnasari, Desa Wanasari, Kelurahan Surade, hingga Desa Pasiripis, menggantungkan pasokan airnya secara penuh dari bendungan ini.
Masyarakat berharap, aksi gotong royong ini dapat mengamankan pasokan irigasi secara jangka panjang sehingga para petani dapat mulai mengolah lahan pertanian mereka tanpa rasa cemas.














