SUKABUMIUPDATE.com – Harapan para petani di lima kampung di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, seolah ikut hanyut bersama jebolnya Bendungan Cidadap. Sejak aliran irigasi utama terputus akibat bencana pada November 2025 lalu, puluhan hektare sawah kini berubah menjadi hamparan tanah kering yang tak lagi bisa digarap.
Musim kemarau yang tengah berlangsung semakin memperparah keadaan. Para petani yang biasanya disibukkan dengan aktivitas menanam padi, kini hanya bisa menatap sawah-sawah yang terbengkalai dan dibayangi ancaman gagal panen total.
Acep (65), seorang petani asal Kampung Cikaret, mengaku hanya bisa pasrah melihat lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya tak lagi menghasilkan.
"Iya, kita sudah tidak bisa nyawah lagi. Sekarang kan musim kemarau, terus bendungan sudah lama jebol belum diperbaiki. Jadi satu musim ini para petani di sini gigit jari, tidak bisa menanam padi," ujar Acep, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Sesalkan Tragedi KA Pangrango di Cibadak, KAI Sebut Truk Tetap Melintas Perlintasan Sebidang
Di Kampung Cikaret saja, sedikitnya 35 hektare sawah kini mengering dan tak dapat ditanami. Harapan untuk kembali memanen padi hingga akhir tahun pun kian memudar.
"Diperkirakan sampai akhir tahun ini kita tidak bisa garap sawah lagi. Padahal sebelum bendungan jebol, kita tiap musim selalu ngegarap," tuturnya dengan nada penuh keprihatinan.
Penderitaan para petani tak berhenti di situ. Upaya mencari jalan keluar dengan menanam palawija pun kandas. Berbulan-bulan tanpa pasokan air membuat tanah sawah mengeras hingga sulit dicangkul.
Bendungan Cidadap yang berada di Kampung Cikaret, Desa Sasagaran, selama ini menjadi urat nadi pertanian bagi lima kampung, yakni Kampung Jantake, Kampung Cikawung, Kampung Sasagaran, Kampung Cikaret, dan Kampung Babakan Teureup. Putusnya aliran air dari bendungan tersebut membuat kehidupan ratusan petani ikut terancam.
Kini, di tengah ketidakpastian dan musim tanam yang terlewat begitu saja, para petani hanya bisa berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Mereka menunggu agar bendungan yang menjadi sumber kehidupan itu segera diperbaiki, sehingga sawah-sawah yang kini mengering dapat kembali menghijau.
"Kami para petani berharap ada solusi dan perhatian dari pemerintah. Ya, Bendungan Cidadapnya tolong diperbaiki lah," pungkas Acep.




