SUKABUMIUPDATE.com - Dugaan aktivitas penambangan emas menggunakan mesin atau oleh warga disebut guguntur dilaporkan terjadi di aliran Sungai Cikaso, tepatnya Kampung Tanjung dan Bojongkoneng, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Desa Datarnangka, Jahid, mengatakan penambangan itu diperkirakan telah berlangsung satu pekan. "Menurut laporan warga, aktivitas menggunakan mesin ini sudah sekitar seminggu. Lokasinya terutama di Kampung Tanjung dan Bojongkoneng," kata dia kepada sukabumiupdate.com pada Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian karena saat musim kemarau air Sungai Cikaso sangat dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan sehari-hari. Namun, kegiatan penambangan diduga membuat air sungai menjadi keruh akibat bercampur tanah.
"Kondisi air sekarang keruh campur tanah. Padahal saat musim kemarau seperti ini aliran Sungai Cikaso sangat dibutuhkan warga," ujar Jahid.
Baca Juga: Rp 2,7 Triliun dan Jalan Panjang Memulihkan Sukabumi dari Bencana
Belum didapatkan kabar pasti siapa yang diduga melakukan penambangan tersebut. Tetapi, Jahid menyebut penggunaan mesin juga dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi dan ekosistem sungai. Karena itu, pihak desa berharap aktivitas ini dapat ditertibkan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi lingkungan Sungai Cikaso, terlebih wilayah ini pernah mengalami bencana banjir pada Desember 2024.
"Kami tidak ingin banjir seperti Desember 2024 kembali terjadi. Ekosistem sungai harus dijaga, jangan sampai rusak karena aktivitas seperti ini," ungkapnya.
Jahid mengatakan masyarakat berharap adanya langkah penertiban terhadap aktivitas penambangan emas menggunakan mesin. Ia mengungkapkan upaya tersebut diperlukan untuk menjaga aliran sungai sekaligus mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.
"Warga meminta agar aktivitas ini ditertibkan," kata dia.















