Slamet Mengkritik Swasembada Beras yang Tak Terjangkau Rakyat
Slamet yang berasal dari Sukabumi menilai penyaluran beras SPHP berjalan lambat.
Slamet yang berasal dari Sukabumi menilai penyaluran beras SPHP berjalan lambat.
Kabut asap mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Slamet menegaskan konservasi laut dan pemberantasan penyelundupan harus didukung.
Slamet menilai pemerintah perlu memberikan klarifikasi berdasarkan data dan fakta.
Pemerintah juga perlu melakukan rekonsiliasi lintas instansi.
Konflik berkepanjangan yang mengancam keselamatan warga dan menghilangkan sumber penghidupan perlu mendapat penanganan terlebih dahulu.
Kegiatan yang diikuti masyarakat umum dan tokoh setempat ini berlangsung interaktif.
Koordinasi antarlembaga diperlukan agar dukungan sejak produksi hingga pemasaran benar-benar meningkatkan pendapatan bersih petani.
Slamet menyoroti keterlibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan program.
Slamet menyoroti kondisi kekeringan yang telah terjadi di berbagai wilayah.
HJKS diperingati setiap 10 September.
Slamet menekankan Empat Pilar bukan sekadar materi yang dihafalkan di sekolah.
Pertemuan ini untuk melihat kondisi warga beberapa hari setelah kebakaran.
Slamet menyoroti temuan beras fortifikasi dijual hingga Rp 42.500 per kilogram.
Masyarakat sekitar hutan memiliki kepedulian yang kuat terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.
Slamet meminta pemerintah memberikan apresiasi yang layak kepada para relawan.
Slamet menilai sejumlah target strategis 2027 cukup progresif.
Legislator asal Sukabumi yang duduk di Senayan ini menilai perubahan tutupan lahan di wilayah utara Sukabumi harus mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang.
Setelah prosesi simbolis, seluruh peserta melanjutkan penanaman pohon secara bersama-sama di sejumlah titik yang telah disiapkan.
Slamet yang merupakan legislator asal Sukabumi menilai hubungan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina memiliki fondasi historis yang kuat.