SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) XI DPRD Provinsi Jawa Barat, Yusuf Maulana, melaksanakan kunjungan lapangan ke kawasan Situ Batu Karut dan mata air Batu Karut yang berada di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 13 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran anggota Pansus XI dan didampingi oleh UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat wilayah Sukabumi untuk meninjau langsung kondisi mata air, kawasan situ, hingga sistem filtrasi air yang dimanfaatkan oleh PDAM Kota Sukabumi.
Dalam kunjungannya, Yusuf Maulana melihat langsung kondisi sumber mata air Situ Batu Karut yang dinilai masih sangat jernih, alami, dan memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sumber daya air sekaligus destinasi wisata alam.
“Alhamdulillah kami bisa melihat langsung kondisi mata air Batu Karut yang luar biasa jernih dan masih sangat alami. Ini aset lingkungan yang sangat berharga bagi Sukabumi dan Jawa Barat,” ujar Yusuf di sela kunjungannya.
Menurut Yusuf, keberadaan kawasan hutan dan rumpun bambu yang tumbuh lebat di sekitar hulu mata air memiliki peran penting dalam menjaga kualitas serta debit air di kawasan tersebut. Ia menilai vegetasi bambu menjadi salah satu benteng alami penahan resapan air dan penjaga keseimbangan ekosistem.
Baca Juga: Yusuf Maulana Tekankan Pentingnya Kehadiran Wakil Rakyat Lewat Program Citra Bakti
Karena itu, Yusuf menegaskan pentingnya upaya pelestarian kawasan hulu mata air agar tidak mengalami kerusakan akibat alih fungsi lahan maupun ekspansi industri.
“Kami akan mendorong agar kawasan hutan di atas mata air Situ Batu Karut ini bisa benar-benar dijaga. Bahkan kalau memungkinkan, kami mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dapat membeli atau menjadikan kawasan hulu mata air ini sebagai aset pemerintah agar kelestariannya tetap terjaga,” tegasnya.
Ia mengaku khawatir dengan kondisi lingkungan saat ini yang terus mengalami tekanan akibat kerusakan alam dan berkurangnya kawasan hijau. Menurutnya, apabila kawasan resapan air tidak dijaga sejak sekarang, maka kualitas air dan debit mata air dikhawatirkan akan terus menurun di masa mendatang.
“Jangan sampai kawasan strategis sumber air ini dikuasai perusahaan-perusahaan yang justru berpotensi merusak ekosistem. Mata air ini harus tetap menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Selain memiliki fungsi vital sebagai sumber air baku, Yusuf Maulana juga menilai kawasan Situ Batu Karut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam berbasis konservasi.
Saat meninjau langsung kondisi lapangan, ia merasakan suasana alam yang masih sangat asri, udara yang sejuk, serta lingkungan yang relatif masih terjaga meskipun berada tidak jauh dari kawasan perkotaan.
“Situ Batu Karut ini punya potensi wisata yang luar biasa. Suasananya masih sangat sejuk, alami, dan nyaman. Ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan apabila dikelola dengan baik tanpa merusak keasrian alamnya,” ujarnya.
Baca Juga: Yusuf Maulana Gelar Citra Bakti di Sukabumi, Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga
Yusuf mengusulkan pembangunan jogging track atau jalur pejalan kaki di sepanjang area sekitar situ dengan konsep ramah lingkungan dan tetap mempertahankan estetika alami kawasan.
Menurutnya, konsep wisata berbasis alam tersebut dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun luar daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau dibuat jogging track yang alami dan tertata, masyarakat bisa menikmati suasana alam tanpa merusak lingkungan. Ini bisa menjadi pusat wisata baru yang berdampak positif terhadap ekonomi warga sekitar Batu Karut,” katanya.
Sejarah dan Riwayat Situ Batu Karut
Situ Batu Karut dikenal sebagai salah satu kawasan sumber mata air penting di wilayah Sukabumi yang sejak lama dimanfaatkan sebagai penyangga kebutuhan air bersih masyarakat.
Nama “Batu Karut” sendiri berkembang dari cerita masyarakat setempat yang menggambarkan banyaknya batu besar dan akar pepohonan yang tampak “karut-marut” atau saling menyatu di kawasan tersebut. Kawasan ini sejak dahulu dikenal sebagai daerah resapan air alami dengan vegetasi bambu dan pepohonan besar yang masih terjaga.
Secara geografis, Situ Batu Karut berada di kawasan yang memiliki kontur perbukitan dan aliran mata air alami yang menjadi bagian penting dari sistem hidrologi Sukabumi. Mata air di kawasan ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber pendukung kebutuhan air baku bagi masyarakat Kota Sukabumi.
Selain fungsi ekologisnya, kawasan Situ Batu Karut juga dikenal masyarakat sebagai lokasi yang memiliki suasana alami, udara sejuk, serta panorama hijau yang masih relatif terjaga dibanding kawasan lain di sekitar perkotaan Sukabumi.
Keberadaan vegetasi bambu di sekitar mata air juga dipercaya masyarakat memiliki fungsi penting dalam menjaga cadangan air tanah karena akar bambu mampu menyimpan dan menjaga kestabilan air di kawasan resapan.
Karena itulah, Yusuf menilai Situ Batu Karut bukan hanya penting dari sisi pemanfaatan air permukaan, tetapi juga memiliki nilai ekologis, historis, dan potensi wisata yang harus dijaga bersama untuk generasi mendatang. (adv)





