Orangtua Siswa PAUD di Jampangtengah Keluhkan Penyaluran MBG Sering Terlambat

Sukabumiupdate.com
Senin 04 Mei 2026, 13:54 WIB
Orangtua Siswa PAUD di Jampangtengah Keluhkan Penyaluran MBG Sering Terlambat

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis untuk PAUD | Foto : dok.bgn

SUKABUMIUPDATE.com – Orangtua siswa PAUD Permata Bunda di Kampung Pamoyanan RT 04/01, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan penyaluran menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap datang terlambat. Seperti terjadi pada hari ini, Senin Senin (4/5/2026), MBG baru datang padahal semua siswa sudah pulang. 

Salah seorang orangtua siswa mengaku kecewa karena pada hari ini menu MBG tak kunjung datang hingga kegiatan belajar mengajar selesai. 

“Jam 10.00 WIB makanan belum datang, padahal jam pembelajaran sudah selesai. Anak-anak sempat menunggu sekitar 15 menit, tapi karena tidak ada konfirmasi akhirnya dipulangkan,” ujar orang tua siswa yang tidak mau ditulis namanya kepada sukabumiupdate.com.

Menurutnya, makanan baru tiba sekitar pukul 11.40 WIB, saat seluruh siswa sudah pulang ke rumah masing-masing. Ia menduga makanan tersebut kemudian dibagikan secara terbatas oleh pengajar kepada siswa yang rumahnya dekat dengan lokasi PAUD.

“Anak-anak sudah pulang semua, jadi tidak kebagian. Jumlahnya kurang lebih ada 50 anak,” katanya.

Ia menyebut, kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, keterlambatan serupa juga pernah terjadi hingga anak-anak harus menunggu sampai pukul 11.30 WIB.

“Ini bukan pertama kali. Dulu juga pernah telat, bahkan sampai jam setengah dua belas siang baru datang,” ungkapnya.

Baca Juga: Kadinkes: Pasien Penyakit Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Kabupaten Sukabumi

Ia menambahkan, orangtua dan siswa tidak mendapatkan penjelasan atau konfirmasi terkait keterlambatan tersebut, baik dari pihak penyedia maupun pengelola program.

“Tidak ada konfirmasi atau alasan keterlambatan ke anak-anak maupun ke orangtua. Jadi kami bingung,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala PAUD Permata Bunda, Linawati, membenarkan adanya keterlambatan distribusi MBG tersebut. Namun, pihaknya juga tidak menerima penjelasan resmi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Iya tadi telat, katanya dari dapurnya. Padahal searah dengan penyaluran ke Gununggedogan, dan informasi yang kami terima, sejak pagi penyaluran ke sana sudah dilakukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dapur penyedia MBG berasal dari wilayah Sindangresmi. Keterlambatan sebelumnya juga pernah terjadi dengan alasan kesalahan perhitungan bahan makanan.

“Dulu juga pernah telat, katanya salah menghitung jumlah daging. Tapi kami juga tidak tahu pasti,” katanya.

Linawati berharap distribusi MBG ke depannya dapat dilakukan tepat waktu, menyesuaikan dengan jam kegiatan belajar di PAUD.

“Kalau ke PAUD, kami harap datang pagi saat jam sekolah. Karena kalau sudah siang, anak-anak sudah tidak terkendali, apalagi saat jam pulang seperti tadi,” ungkapnya.

Leni menambahkan, jarak dapur ke PAUD sekitar 6 kilometer. Pada hari kejadian, pihak sekolah menerima sekitar 59 porsi MBG, namun karena siswa sudah pulang, orangtua diminta mengambil langsung ke sekolah.

“Terpaksa orangtuanya kami suruh mengambil ke PAUD,” ucapnya.

Baca Juga: Deretan Drama Korea Tayang Mei 2026, Ada Fantasi, Romansa, hingga Superhero!

Sementara itu, sukabumiupdate.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, melalui pesan singkat dan sambungan telepon WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

Berita Terkait
Berita Terkini