Pimpin Rapat Dinas, Bupati Asep Japar Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi PAD

Sukabumiupdate.com
Selasa 21 Apr 2026, 21:10 WIB
Pimpin Rapat Dinas, Bupati Asep Japar Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi PAD

Bupati Asep Japar memimpin langsung Rapat Dinas Bulan April 2026 di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/4/2026). (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH).

Ia menegaskan bahwa kebijakan WFH yang diberlakukan setiap hari Jumat bukan berarti melonggarkan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Di tengah upaya efisiensi anggaran, disiplin pegawai justru harus diperketat agar produktivitas tidak menurun.

Hal itu disampaikan Bupati Asep Japar dalam Rapat Dinas Bulan April 2026 yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah, Selasa (21/4/2026).

“WFH harus tetap disiplin. Jangan sampai yang dijadwalkan bekerja justru tidak berada di tempat, apalagi sampai di luar kota,” tegas Asep Japar di hadapan para kepala perangkat daerah dan camat.

Selain soal disiplin, Asep Japar juga menyoroti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak yang dinilai masih bisa digali lebih dalam. Ia pun menyambut baik kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memberikan kemudahan pembayaran pajak kendaraan tanpa perlu KTP pemilik lama.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Matangkan Layanan Pajak Terintegrasi, Sasar Wilayah Kepatuhan Rendah

Bupati juga menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan langkah "jemput bola" melalui operasi gabungan dan penyediaan layanan pembayaran pajak di tingkat wilayah.

"Pajak ini langsung masuk ke kas daerah. Kita perlu jemput bola agar masyarakat lebih mudah dan sadar membayar pajak," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Andreas menekankan bahwa disiplin ASN merupakan fondasi untuk menyukseskan program strategis nasional dan Provinsi di wilayah Sukabumi, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan penurunan angka stunting hingga di bawah 5 persen.

"Koordinasi yang solid antarinstansi adalah kunci. Jika ASN disiplin dan koordinasi berjalan baik, semua target besar pemerintah daerah maupun pusat dapat tercapai tepat waktu," ujar Andreas.

Berita Terkait
Berita Terkini