SUKABUMIUPDATE.com - Daisuke Sato akhir-akhir ini kerap diperbincangkan oleh sebagian orang setelah Persib Bandung masuk daftar klub yang terkena larangan mendatangkan pemain oleh FIFA (Registration ban). Pemain asal Filipina tersebut memberikan penjelasan pada publik agar informasi yang diterima publik jelas dan tak berkembang sesuai fakta.
Melalui akun instagram pribadinya, pada (30/5/26) lalu, Sato menegaskan bahwa dirinya harus meluruskan berbagai opini yang beredar di publik. "Saya ingin memberikan klarifikasi terkait perbincangan yang belakangan ini muncul mengenai larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan kepada Persib Bandung," tulis Sato dalam akun Instagramnya, @daisukesato.
Pemain yang berposisi di bek kiri tersebut menegaskan jika kasus yang diterima Persib Bandung bukan hal yang baru. Menurunya, masalah tersebut terjadi saat kontrak kerja samanya dengan Maung Bandung usai pada 2023 lalu.
Baca Juga: Resmikan Gedung MUI Senilai Rp 2,9 Miliar, Bupati Sukabumi Titip Gedung Dijaga Dirawat
"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru ataupun tindakan terbaru dari pihak saya. Perkara ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023," tambahnya.
Pemain berusia 31 tahun tersebut telah menempuh jalur hukum dan tahapan resmi sepak bola untuk tetap memperjuangkan haknya sebagai pemain profesional. Sato menilai hak tersebut menjadi pilihan yang tepat kala itu.
"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara situasi kontraktual saya ditangani saat itu serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang wajar selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum,” ujar Sato.
Baca Juga: Wisata Keluarga Cinumpang Kadudampit, Tempat Camping dan Bermain Sungai di Sukabumi
Status masalah tersebut telah masuk dalam pemeriksaan oleh berbagai pihak yang terlibat. Di sisi lain, Persib Bandung telah memberikan pernyataan keberatan mengenai prosedur yang telah dilakukan, namun hasil akhir tetap berpihak pada Sato.
"Kasus ini kemudian diperiksa oleh otoritas sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang. Persib Bandung memilih untuk menggugat atau mengajukan keberatan atas perkara ini melalui prosedur yang tersedia. Setelah seluruh tahapan proses selesai dijalani, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya," tegas Sato.
Hal tersebut bermula saat Persib Bandung melakukan pergantian dalam komposisi pemain asing pada pertengahan musim 2023/2024 lalu. Masalah kemudian berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada Maret 2026, CAS memberikan reaksi dengan menolak pengajuan keberatan dari Persib dan menyatakan bahwa Sato memiliki dasar yang jelas untuk menyelesaikan kontrak.
Baca Juga: Jangan Salah Paham, Sasaran Utama Program MBG Bukan Hanya Anak Sekolah
Di sisi lain, Sato mengungkapkan jika Persib Bandung sempat meminta agar nama pemain dan klub tak dicantumkan dalam publikasi tuntutan. Namun, Sato tetap menolak demi menjaga transparansi hukum.
"Persib meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan mencantumkan nama pemain dan klub, dengan alasan adanya kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan," tutur Sato.
Sato menegaskan bahwa dirinya membantah isu yang menyebutkan dirinya menjadi biang disanksi Persib Bandung oleh FIFA. Menurutnya, hukuman tersebut ada karena putusan yang sah dan belum dijalankan secara sepenuhnya.
Baca Juga: Ayep Zaki Ajak Warga Kota Sukabumi Amalkan Pancasila agar Damai Harmonis
"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan oleh FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari kegagalan untuk mematuhi putusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan," ungkap Sato.
Di sisi lain, dirinya menegaskan bahwa tak pernah memiliki masalah pribadi dengan Persib maupun dengan Bobotoh. Sato menuliskan bahwa proses yang terjadi merupakan hak profesionalnya sebagai pesepak bola.
"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub maupun para pendukungnya. Tujuan saya semata-mata adalah melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati sebagaimana mestinya," ujar Sato.
Baca Juga: Ayep Zaki Ajak Warga Kota Sukabumi Amalkan Pancasila agar Damai Harmonis
Sebagai penutup pernyataannya, Daisuke Sato menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses hukum yang dijalaninya. Ucapan terima kasih secara khusus juga ditujukan kepada tim kuasa hukum yang terus mendampinginya sejak awal hingga perkara tersebut mencapai penyelesaian.
"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama tiga tahun terakhir, khususnya tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM – Sociedade de Advogados, yang telah mendampingi saya sejak awal proses ini berlangsung," kata Sato.
Sumber: suara.com







