2 Tahun Berlalu, Siswa SDN 2 Cibenda Sukabumi Masih Belajar di Lantai Meski Kelas Sudah Direhab

Sukabumiupdate.com
Jumat 17 Apr 2026, 10:48 WIB
2 Tahun Berlalu, Siswa SDN 2 Cibenda Sukabumi Masih Belajar di Lantai Meski Kelas Sudah Direhab

Puluhan siswa kelas III SDN 2 Cibenda Sukabumi saat mengikuti materi pelajaran dengan cara duduk di lantai ruang kelas yang baru direhabilitasi. (Sumber Foto: SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemandangan memilukan masih terlihat di SDN 2 Cibenda, Kampung Citangkil, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Meski gedung sekolah tampak baru setelah direhabilitasi, puluhan pelajar kelas III terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan cara melantai karena ketiadaan meja dan kursi.

Kondisi ini menjadi ironi lantaran ruang kelas yang mereka tempati merupakan hasil proyek rehabilitasi yang telah rampung sejak September 2024. Namun, hingga April 2026, fasilitas furnitur dasar tak kunjung tiba.

Sebagai informasi, proyek perbaikan dua ruang kelas (Kelas I dan III) tersebut dimulai pada 29 Juli 2024 dengan anggaran mencapai Rp253.243.000. Sayangnya, hampir dua tahun pasca pengerjaan fisik selesai, gedung tersebut hanya berupa "ruang kosong" tanpa sarana penunjang.

Keterlambatan penyediaan fasilitas ini memantik kekecewaan warga dan orang tua siswa. Mereka menilai adanya kelalaian serius dari pihak pelaksana proyek maupun pengawasan instansi terkait.

“Kasihan anak-anak harus duduk di lantai. Sudah hampir dua tahun sejak proyek selesai, tapi meja dan kursi belum juga ada. Padahal persoalan ini sudah pernah dimusyawarahkan bersama Dinas Pendidikan dan pihak pelaksana,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Ajaran Baru! Pelajar SDN 2 Cibenda Sukabumi Masih Belajar di Lantai, Meja dan Kursi Belum Ada

Kepala SDN 2 Cibenda, Iit Tarwati, membenarkan bahwa sebanyak 26 siswa-siswi kelas III di sekolahnya harus belajar dalam kondisi yang tidak ideal. Ketiadaan fasilitas ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi belajar anak didik.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, tetapi belum ada tindak lanjut yang nyata. Anak-anak tetap belajar meski dengan keterbatasan,” ungkapnya.

Iit berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan perhatian serius. Menurutnya, ketersediaan meja dan kursi bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas pendidikan siswa di pelosok.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi sukabumiupdate.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait kendala distribusi atau pengadaan sarana kelas untuk SDN 2 Cibenda.

Berita Terkait
Berita Terkini