SUKABUMIUPDATE.com - Sungguh memprihatinkan, bangunan SDN Kaum yang berlokasi di Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kondisinya sudah rusak dan membahayakan kegiatan belajar anak-anak yang keseluruhnya berjumlah 57 siswa.
Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak digunakan, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dilakukan dalam keterbatasan, bahkan mengancam keselamatan siswa dan guru.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa bagian bangunan sekolah sudah lapuk, terutama pada bagian atap dan plafon. Bahkan ketika meninjau salah satu ruangan, disitu terdapat kelelawar yang telah bersarang.
Baca Juga: Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Selain itu, lantai kelas pun dipenuhi benda tajam yang berpotensi melukai siswa, seperti paku dari plafon yang lapuk dan jatuh ke lantai. Kondisi ini semakin berbahaya saat musim hujan tiba, ketika risiko atap runtuh.
Bento Sugandi, Guru Kelas V SDN Kaum Hegarmanah, mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang menjadi kendala utama dalam kegiatan belajar mengajar. Saat ini, beberapa kelas terpaksa digabung karena ruang yang ada tidak mencukupi.
“Untuk kelas 1 dan 2 disatukan, kelas 3 dan 4 juga disatukan. Kondisi kelas memang belum ada perbaikan sejak saya mulai mengajar di sini sekitar empat tahun lalu,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (16/04/2026).
Kelelawar yang bersarang di salah satu ruangan SDN Kaum Hegarmanah. | SU/Ilyas.
Baca Juga: Evakuasi Dramatis 9 Domba dari Kandang Ambruk Saat Longsor di Jampangtengah
Ia menambahkan, sejumlah ruang kelas bahkan tidak digunakan sama sekali karena dikhawatirkan membahayakan siswa. “Atap dan plafon sudah lapuk, lantainya juga banyak benda tajam. Kalau dipaksakan dipakai, takut terjadi kecelakaan,” katanya.
Keluhan dari siswa dan masyarakat pun kerap disampaikan kepada pihak sekolah. Para siswa mempertanyakan mengapa ruang kelas yang rusak tidak segera diperbaiki.
“Sering sekali siswa bertanya, kenapa kelas ini tidak diperbaiki. Dari masyarakat juga banyak keluhan,” tambah Bento.
Hal senada disampaikan Kamaludin, Guru Agama SDN Kaum. Ia menyebut kerusakan bangunan sudah terjadi sejak sekitar tahun 2022, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan.
Baca Juga: Disdagin Sukabumi Latih Produsen Olahan Ikan, Dorong Produk Bernilai Tinggi
“Seluruhnya ada sekitar lima ruang yang sudah tidak dipakai karena kondisinya memprihatinkan,” ungkapnya.
Menurut Kamaludin, kondisi tersebut sangat mengganggu proses belajar mengajar. Bahkan, kegiatan pembelajaran kerap dihentikan saat hujan deras demi menghindari risiko kecelakaan.
“Kalau hujan lebat, kadang siswa dipulangkan atau menunggu reda. Soalnya takut ada yang jatuh dari atas. Selain itu, area sekolah juga sering kebanjiran,” jelasnya.
Meski pihak sekolah mengaku telah mengajukan perbaikan, hingga kini belum ada realisasi dari pihak terkait. Kondisi ini membuat para guru dan siswa harus bertahan dalam situasi yang jauh dari kata layak.
Baca Juga: Ada Proyek Pengembangan Stasiun Bogor, Jalur KRL 6-8 Ditutup Sementara Selama 3 Bulan
Para guru berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki bangunan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Harapannya tentu ingin sekolah ini segera diperbaiki, supaya anak-anak bisa belajar dengan tenang dan tidak merasa khawatir,” pungkas Kamaludin.



