SUKABUMIUPDATE.com — Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Sukabumi. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menerjang Kecamatan Cidahu pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, merusak sejumlah bangunan warga hingga fasilitas pendidikan.
Terjangan angin yang cukup kuat membuat atap-atap rumah beterbangan. Bahkan, satu bangunan sekolah dasar turut terdampak, menambah kekhawatiran warga akan kondisi cuaca yang kian tidak menentu.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidahu, Dede Agung, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara mendadak.
“Angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, mengakibatkan atap beberapa bangunan terbawa angin,” ujarnya.
Baca Juga: Tebing 15 Meter Longsor Hantam Rumah di Sukalarang, Detik Mencekam Istri Pemilik Terjepit Material
Ia menjelaskan, dampak angin kencang tersebut terfokus di dua titik, yakni Kampung Legok Nyenang RT 07/05 dan Kampung Cihandeleum RT 06/05, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu.
Di lokasi tersebut, satu unit sekolah yakni SDN 3 Cidahu serta delapan rumah warga mengalami kerusakan. Total sekitar 35 jiwa terdampak dalam kejadian ini, dengan sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan.
“Total ada delapan rumah warga dan satu bangunan sekolah yang terdampak. Rata-rata kerusakan di bagian atap,” katanya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. “Untuk korban nihil, baik luka maupun jiwa,” ungkapnya.
Baca Juga: Menang Dramatis atas Bali United, Persib Semakin Nyaman di Puncak Klasemen
Sesaat setelah kejadian, P2BK Cidahu bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan. Perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, hingga relawan gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan assessment dan membantu warga.
Selain penanganan darurat, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Saat ini untuk bangunan yang mengalami kerusakan ringan sudah ditutup sementara menggunakan bahan yang tersedia,” tuturnya.
Untuk mempercepat pemulihan, warga terdampak kini membutuhkan bantuan berupa terpal serta material bangunan, terutama untuk perbaikan atap yang rusak akibat terjangan angin.




