SUKABUMIUPDATE.com – Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Cimanggu menjadi harapan baru bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Tak hanya meningkatkan konektivitas, proyek ini juga membuka peluang percepatan penataan kawasan permukiman warga.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Garuda akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hunian, khususnya di wilayah yang selama ini terkendala akses.
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur penghubung menjadi salah satu faktor utama lambatnya peningkatan kualitas permukiman, mulai dari program rumah tidak layak huni (Rutilahu), sanitasi, hingga penyediaan sarana dasar lainnya.
“Ketika akses terbuka, intervensi program perumahan dan kawasan permukiman akan jauh lebih optimal. Selama ini tantangan terbesar kita memang pada keterjangkauan lokasi,” ujar Sendi saat peletakan batu pertama, Kamis (9/4/2026).
Jembatan sepanjang 51 meter yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Sukamanah ini diyakini akan mempercepat distribusi material pembangunan serta mempermudah mobilitas tenaga kerja dalam mendukung berbagai program Disperkim di lapangan.
Baca Juga: Kolaborasi Disperkim-Polres, Jembatan Melintir di Cibadak Siap Dibangun Pekan Depan
Sendi menjelaskan, kawasan yang sebelumnya terisolasi cenderung tertinggal dalam penataan lingkungan. Dengan terbukanya akses, pemerintah daerah dapat lebih leluasa melakukan penataan kawasan kumuh, peningkatan drainase lingkungan, hingga penyediaan infrastruktur dasar berbasis masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur semata, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Jangan sampai jembatan sudah bagus, tapi kawasan permukimannya belum tertata. Ini harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Disperkim Kabupaten Sukabumi siap mendorong percepatan program berbasis kawasan, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Pembangunan Jembatan Garuda dinilai menjadi momentum strategis untuk menata ulang arah pengembangan permukiman agar lebih terencana dan berkelanjutan.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang menyasar wilayah perintis. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari dengan melibatkan unsur TNI serta partisipasi masyarakat.
Komandan Korem 061/Surya Kencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan infrastruktur dasar.
“Pembangunan jembatan ini bertujuan membuka akses wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui TNI dalam pembangunan infrastruktur di daerah. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan.
Ia juga menyinggung berbagai program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perwakilan warga Kecamatan Cimanggu menyambut baik pembangunan tersebut. Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses setelah jembatan sebelumnya hanyut akibat banjir pada Desember 2025.
Dengan hadirnya Jembatan Garuda, masyarakat kini memiliki harapan baru untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, lancar, dan produktif. (adv)





