Amalan yang Dianjurkan bagi Wanita Haid di Hari Arafah

Sukabumiupdate.com
Senin 25 Mei 2026, 10:00 WIB
Amalan yang Dianjurkan bagi Wanita Haid di Hari Arafah

Ilustrasi Berdzikir, amalan bagi wanita yang sedang haid di hari arafah agar bisa mendapatkan keutamannya(Sumber : Freepik/@rawpixel.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari paling mulia dalam Islam. Pada hari tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh karena memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menyebut Hari Arafah sebagai waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Namun, sebagian muslimah merasa sedih ketika mengalami haid di Hari Arafah karena tidak dapat melaksanakan puasa sunnah maupun shalat. Padahal, wanita haid tetap memiliki kesempatan besar untuk meraih pahala dan keutamaan Hari Arafah melalui berbagai amalan lainnya.

1. Memperbanyak Dzikir

Wanita haid tetap diperbolehkan berdzikir kepada Allah SWT. Bahkan, dzikir termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia Dzulhijjah.

Allah SWT berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Artinya:

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS Al-Hajj: 28)

Dzikir yang dianjurkan di Hari Arafah antara lain:

  • Tasbih: Subhanallah
  • Tahmid: Alhamdulillah
  • Tahlil: Laa ilaaha illallah
  • Takbir: Allahu Akbar
  • Istighfar

Rasulullah SAW juga bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة وخير ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

Artinya:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah...” (HR Tirmidzi)

Baca Juga: Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah

2. Memperbanyak Doa

Hari Arafah dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Meskipun tidak berpuasa, wanita haid tetap dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan kebaikan dunia akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Artinya:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmidzi)

Karena itu, muslimah yang sedang haid tetap dapat memanfaatkan Hari Arafah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa-doa terbaiknya.

3. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Memperbanyak shalawat juga menjadi amalan yang dianjurkan. Shalawat dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat haid.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)

4. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia Dzulhijjah. Wanita haid tetap bisa memperoleh pahala besar melalui sedekah, baik berupa uang, makanan, tenaga, maupun bantuan kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

الصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار

Artinya:

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

5. Membaca atau Mendengarkan Al-Qur’an

Sebagian ulama membolehkan wanita haid membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf secara langsung, seperti melalui ponsel atau dengan niat dzikir dan doa. Selain itu, mendengarkan tilawah Al-Qur’an juga menjadi amalan yang baik di Hari Arafah.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Artinya:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS Al-Isra’: 9)

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

6. Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Muslimah yang sedang haid tetap dapat memperoleh pahala puasa dengan membantu menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Artinya:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.”(HR Tirmidzi)

7. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Hari Arafah merupakan waktu terbaik untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Wanita haid tetap bisa memperbanyak istighfar dan taubat, sebab haid bukan penghalang untuk berdzikir dan berdoa.

Dengan demikian, wanita haid tetap dapat meraih keutamaan Hari Arafah meskipun tidak dapat menjalankan puasa maupun shalat. Islam memberikan banyak jalan ibadah bagi setiap Muslim untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan.

Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Sumber: NU Online, Baznas

Berita Terkait
Berita Terkini