Setahun Terputus, Jembatan Sukabumi-Cianjur Sungai Cibuni Kembali Hidupkan Asa Asmara Warga

Sukabumiupdate.com
Kamis 09 Apr 2026, 15:24 WIB
Setahun Terputus, Jembatan Sukabumi-Cianjur Sungai Cibuni Kembali Hidupkan Asa Asmara Warga

Jembatan gantung diatas Sungai Cibuni penghubung Desa Rambay, Tegalbuleud, Sukabumi, dan Desa Bojongkaso, Agrabinta, Cianjur, yang segera rampung | Foto Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com – Jembatan gantung yang membentang diatas Sungai Cibuni di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Cianjur selain menjadi penghubung utama bagi warga antar desa di dua kabupaten, juga menjadi urat nadi kehidupan yang sekaligus menyimpan cerita unik antar sesama insan manusia.

Jembatan sepanjang 120 meter dengan lebar 1,25 meter itu satu sisi bediri di Desa Rambay Kecamatan Tegalbuleud, dan satu sisi lainnya di Desa Bojongkaso Kecamatan Agrabinta. Dibangun pada 2017 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebelum akhirnya pada Rabu, 4 Desember 2024, arus Sungai Cibuni yang meluap deras merenggut jembatan dan memutus akses.

Sejak saat itu, keterhubungan warga dua desa seolah ikut terhenti. Bahkan, bagi kebanyakan warga, jembatan tersebut bukan sekadar konstruksi besi dan papan pijakan. Ia adalah jalur ekonomi, ruang interaksi sosial, hingga saksi tumbuhnya hubungan personal antarwarga dua desa.

“Jembatan itu nyawa kami. Anak sekolah, orang jualan, petani bawa hasil tani, semua lewat situ. Bahkan jadi jembatan asmara bagi kami,” tutur SM (40 tahun) warga Desa Rambay kepada sukabumiupdate.com, Kamis (9/4/2029).

Baca Juga: Sepekan Lebih MBG SMAN 1 Ciemas Tertunda: Guru Capek Difitnah SPPG Ungkap SOP Distribusi

SM mengaku sempat merasakan langsung dampak kehilangan jembatan itu. Menurutnya, sejak jembatan hanyut, ia jarang menemui kekasihnya di seberang sungai. Perjalanan yang dulu cukup ditempuh dengan berjalan kaki kini harus bergantung pada perahu dengan segala keterbatasannya.

“Paling sesekali, itu pun harus pakai perahu. Tidak seperti dulu, tinggal jalan kaki. Kemarin-kemarin serba sulit,” ujarnya lirih.

Cerita serupa juga datang dari warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku hubungan asmaranya yang dulu berjalan lancar perlahan merenggang setelah akses terputus. Intensitas pertemuan yang berkurang membuat hubungan mereka akhirnya kandas.

“Dulu hampir tiap hari bisa ke sana. Tapi setelah jembatan putus, jadi jarang ketemu. Lama-lama hubungan juga ikut renggang,” ungkapnya.

Tak hanya kisah cinta yang terputus, aktivitas ekonomi warga pun ikut tersendat. Petani kesulitan membawa hasil panen, pedagang kehilangan jalur distribusi, dan anak-anak harus menempuh rute lebih jauh serta berisiko demi bersekolah.

Pemprov Jabar hidupkan kembali asa dan asmara warga

Kini, setelah lebih dari setahun, harapan itu kembali pulih. Pemerintah Provinsi Jabar kembali membangun jembatan tersebut. Dari pantauan dilapangan, pembangunan jembatan dengan anggaran lebih dari Rp900 juta itu telah memasuki tahap akhir.

Baca Juga: KDM Teken Kesepakatan PSEL, Sampah di Jabar Diolah Jadi Energi Listrik

“Alhamdulillah, sekarang sudah hampir selesai. Rasanya bahagia sekali. Mudah-mudahan bisa kembali seperti dulu, bukan hanya untuk aktivitas, tapi juga untuk menjalin kembali benang asmara,” ujar seorang warga.

Bangunan jembatan sepanjang 120 meter itu kini sudah nampak membentang sempurna di atas Sungai Cibuni. Ia tak hanya menjadi penghubung dua wilayah, juga menjadi jembatan asa menyambung kembali kehidupan, dan mungkin, merajut ulang kisah cinta yang sempat terpisah.

Berita Terkait
Berita Terkini