Pedagang Ikan Palangpang Sukabumi Menjerit, Terpaksa Jualan di Jalan Meski Gedung KNMP Sudah Jadi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 04 Apr 2026, 15:32 WIB
Pedagang Ikan Palangpang Sukabumi Menjerit, Terpaksa Jualan di Jalan Meski Gedung KNMP Sudah Jadi

Gedung KNMP senilai Rp14.3 Miliar yang sudah rampung di kawasan TPI Palangpang, Ciemas Sukabumi. (Sumber Foto: SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com - Para pedagang ikan dan nelayan di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendesak agar fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) segera dioperasikan. Meski bangunan megah senilai miliaran rupiah tersebut sudah berdiri kokoh, hingga kini aksesnya masih terkunci rapat.

Pantauan sukabumiupdate.com di lokasi pada Sabtu (4/4/2026), menunjukkan kontrasnya kondisi di lapangan. Gedung pusat pelelangan yang baru tersebut tampak sepi dan tidak ada aktivitas satu pun petugas di sana, sementara para pedagang justru berjejer di pinggir jalan provinsi untuk bertransaksi.

Salah seorang pedagang ikan, Aep (55 tahun), mengungkapkan kekecewaannya karena harus merogoh kocek pribadi untuk menyewa tempat berjualan di pinggir jalan. Sejak bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lama dibongkar untuk proyek KNMP pada Oktober 2025 lalu, mereka belum mendapatkan tempat yang layak.

Baca Juga: Kampung Nelayan Merah Putih di Palangpang Sukabumi Telan Rp14,3 M, Ini Sumber Dananya

“Kami berharap TPI Palangpang atau KNMP bisa segera dibuka. Soalnya sekarang kami berjualan di pinggir jalan provinsi dan harus menyewa tempat,” ujar Aep saat ditemui di lokasi.

Pedagang ikan di Palangpang Sukabumi terpaksa menyewa tempat berjualan pasca TPI dibongkar untuk Program KNMP.Pedagang ikan di Palangpang Sukabumi terpaksa menyewa tempat berjualan pasca TPI dibongkar untuk Program KNMP.

Setidaknya ada 37 pedagang, baik pengecer maupun pengepul, yang nasibnya kini terkatung-katung. Tak hanya pedagang, nelayan pun mengeluhkan lokasi bongkar muat hasil tangkapan yang saat ini dipindahkan ke ujung muara Ciletuh dengan kondisi tidak layak.

“Perahu sekarang bongkar di ujung muara Ciletuh, tempatnya kurang memadai. Kami semua berharap bisa kembali beraktivitas di tempat yang lebih layak,” tambah Aep.

Baca Juga: Wisatawan Puji Kenyamanan Pantai Palabuhanratu di Libur Long Weekend Paskah

Diketahui, pembangunan KNMP Palangpang merupakan proyek strategis nasional dengan anggaran sebesar Rp14,34 miliar dari APBN. Secara fisik, pengerjaan bangunan ini sebenarnya telah rampung sejak Februari 2026. Namun, hingga awal April ini, belum ada tanda-tanda fasilitas tersebut akan diserahterimakan atau diresmikan untuk digunakan oleh warga.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait tidak membiarkan gedung belasan miliar tersebut menjadi bangunan kosong tak berpenghuni, sementara denyut ekonomi nelayan di Ciemas kian terhambat.

“Kami berharap pihak terkait segera memperbolehkan aktivitas di KNMP secara resmi, supaya ekonomi nelayan dan pedagang bisa kembali normal,” pungkas Aep.

Berita Terkait
Berita Terkini