Talang Air di Atas Jalan Cibadak Meluap Saat Hujan, Ganggu Pengguna Jalan

Sukabumiupdate.com
Minggu 05 Apr 2026, 21:34 WIB
Talang Air di Atas Jalan Cibadak Meluap Saat Hujan, Ganggu Pengguna Jalan

Talang air yang membentang di atas jalan Raya Cibadak, Kabupate Sukabumi | Foto : dok. warga

SUKABUMIUPDATE.com - Talang air yang membentang diatas Jalan Raya Cibadak di Kampung Bojong Talang, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sering kali meluap saat hujan deras, seperti terjadi pada Minggu (5/4/2026). Luapan air yang jatuh ke jalan mengganggu pengguna jalan nasional Sukabumi-Bogor yang melintas di lokasi tersebut.

Seorang pemilik konter handphone di dekat lokasi, Sutrisno (43) menyebutkan bahwa kondisi talang yang meluap bukan hal baru. Menurutnya, peristiwa itu sudah terjadi selama bertahun-tahun dan hampir selalu terjadi saat hujan deras.

“Tahunan, tiap hujan juga banjir. Kalau hujan gede mah pasti banjir,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com. “Kalau saya tuh memang bukan tinggal di situ, cuma sering di lokasi situ sehari-hari. Ada usaha konter HP,” katanya.

Sutrisno mengaku sempat mengunggah kondisi tersebut ke media sosial beberapa waktu lalu. Namun, penanganan yang dilakukan dinilai tidak berkelanjutan. “Dulu juga pernah posting, cuma ditanggapin sekali. Itu juga lama, setengah tahun baru dibersihin. Selama lima tahun di situ, baru sekali lihat dibersihin,” ungkapnya.

Menurutnya, penyebab utama meluapnya air dari talang adalah tumpukan sampah yang terbawa aliran dari wilayah hulu, tepatnya dari arah Kampung Pasir Kolotok hingga melintasi jalur rel kereta. “Kalau hujan gede pasti banjir, soalnya sampah numpuk di atas. Dari warga atas (hulu) buangnya ke selokan, itu kan jalur aliran,” jelasnya.

Baca Juga: Ramon Tanque Cetak Brace, Persib Bandung Curi Poin Penuh di Markas Semen Padang

Saat hujan deras, air yang seharusnya mengalir melalui talang justru meluap dan jatuh langsung ke badan jalan. Kondisi tersebut dinilai cukup parah dan membahayakan. “Parah, tadi juga sudah surut masih banjir. Air dari atas besar, kalau nggak lancar ya jatuh ke jalan,” katanya.

Dampak paling terasa, lanjut Sutrisno, dialami oleh pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang harus menghadapi derasnya air yang tiba-tiba jatuh ke jalan. “Pengguna jalan hampir-hampir pada celaka. Apalagi pemotor, pasti kebanjur karena debitnya gede banget,” ujarnya.

Ia juga menyebut, pernah terjadi insiden pengendara motor terjatuh akibat kondisi tersebut, meski tidak menimbulkan korban serius. “Pernah kejadian, pengendara motor jatuh, cuma nggak parah. Itu sudah lama,” katanya.

Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada lalu lintas yang kerap mengalami kemacetan saat hujan turun. “Posisinya memang macet, ketambahan air jadi tambah macet. Banyak pengendara yang nahan dulu,” ungkapnya.

Bagi warga sekitar, dampak langsung memang tidak terlalu dirasakan. Namun, bagi Sutrisno, talang yang meluap pernah menyebabkan air masuk ke tokonya hingga dua kali. “Kalau mampetnya pas di atas toko saya, toko kebanjiran. Pernah dua kali air masuk,” katanya.

Baca Juga: BRIN Ungkap Struktur Awan dan Dinamika Hujan Tropis di Jawa Barat

Ia juga menambahkan, kondisi talang yang berada di atas jalan tersebut pernah mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan kontainer. “Kan di atasnya pernah ketabrak kontainer, jadi bocor,” ujarnya.

Sutrisno menilai, penanganan seharusnya tidak hanya sebatas pembersihan, tetapi juga perlu langkah pencegahan agar sampah tidak kembali menumpuk. “Harusnya ada saringan atau pagar besi dari atas, biar sampah nggak sampai ke talang,” ucapnya.

Ia mengaku kerap melihat langsung tumpukan sampah di atas talang, bahkan sesekali membersihkannya sendiri. “Sering lihat, saya juga kadang naik ke atas buat bersihin,” katanya.

Terkait pelaporan, ia menyebut belum mengetahui adanya laporan resmi dari warga ke pemerintah setempat, meski penanganan pernah dilakukan. “Kalau laporan langsung mah nggak tahu ada atau nggak. Cuma pernah dibersihin, tapi saya nggak lihat prosesnya, pas datang sudah bersih,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, mengingat talang merupakan fasilitas umum.

“Harapannya ditindaklanjuti. Dari seberang talang ke arah desa itu harusnya ada pagar biar sampah nggak numpuk,” ucapnya.

Baca Juga: 112 Menit Olahraga Tanpa Henti Meriahkan HUT Kota Sukabumi

Selain itu, ia juga menyinggung keberadaan baliho di atas talang yang dinilai tidak terawat dan justru memperburuk kondisi. “Kadang baliho juga ada di atas, sisa-sisanya nggak dibuang,” katanya.

Sutrisno pun mengaku mengunggah kondisi tersebut ke media sosial karena merasa belum ada perhatian serius dari pihak terkait. 

“Ya karena nggak ada tindakan, pemerintahnya juga nggak melihat,” ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terkini