Stok Melimpah, Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Idul Adha 2026 Mencukupi

Sukabumiupdate.com
Rabu 20 Mei 2026, 20:08 WIB
Stok Melimpah, Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Idul Adha 2026 Mencukupi

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) memastikan ketersediaan hewan kurban untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), mayoritas komoditas ternak mengalami tren kenaikan pasokan yang cukup signifikan.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, merinci bahwa proyeksi ketersediaan domba di Jabar tahun ini diperkirakan melonjak hingga mencapai 223.812 ekor, naik dibanding tahun lalu yang berada di angka 187.395 ekor.

Sementara, jumlah kambing pada tahun ini perkirakan 61.578 ekor, sedikit menurun dibandingkan tahun lalu 63.319 ekor. Kemudian, untuk kerbau, tersedia sebanyak 700 ekor, jauh meningkat dibandingkan tahun lalu 336 ekor.

"Peningkatan pasokan tahun ini disebabkan oleh masih adanya stok hewan kurban tahun lalu yang belum terjual," kata Linda, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Jelang Laga Persib vs Persijap, Wagub Jabar Minta Bobotoh Jaga Kondusivitas

Linda memastikan, pengawasan lalu lintas hewan kurban telah dilaksanakan sejak Januari 2026 melalui aplikasi iSIKHNAS. Pihaknya juga memeriksa kelengkapan dokumen ternak seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan sertifikat veteriner (SV). Selain itu, hewan kurban dipastikan telah mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku.

"Saat ini pemeriksaan hewan kurban masih dilakukan dengan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi lapak penjualan hewan kurban dan kandang-kandang peternak. Melihat langsung kondisi kesehatan ternak, kemudian diberi stiker tanda sehat kurban sebagai tanda telah diperiksa," jelasnya.

Adapun beberapa penyakit hewan kurban yang diantisipasi di antaranya penyakit mulut dan kuku, penyakit kulit berbenjol (LSD), cacingan serta penyakit hewan lainnya.

Selanjutnya, pada H-1 Idul Adha nanti, akan dilakukan pemeriksaan antemortem, meliputi kondisi fisik, umur, dan pemeriksaan terhadap gejala-gejala penyakit tertentu seperti cuping hidung, lubang kumlah, dan lainnya.

"Setelah ternak disembelih saat Idul Adha, pemeriksaan kembali dilakukan (postmortem) terhadap karkas, daging, organ dalam seperti hati, ginjal, limpa, dan paru," pungkasnya.

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkait
Berita Terkini