SUKABUMIUPDATE.com - Perahu nelayan Bunga Ratu Selatan milik warga Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, terbalik saat hendak berangkat melaut di perairan Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026) sore.
Perahu yang biasa bersandar atau mangkalan di Pantai Kalapacondong, Ujunggenteng itu ditumpangi satu orang nelayan atau tekong bernama Alam. Insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, tak lama setelah perahu berangkat dari pesisir Pantai Kalapacondong.
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, menjelaskan perahu baru melaju sekitar 100 meter dari bibir pantai ketika tiba-tiba diterjang ombak besar.
“Perahu belum begitu jauh, sekitar 100 meter lebih dari pantai, langsung diterjang ombak. Kondisi perahu jadi oleng dan akhirnya terbalik,” ujar Asep Jeka kepada Sukabumiupdate.conm.
Beruntung, tekong Alam berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Perahu pun berhasil dievakuasi ke daratan. Namun, sejumlah peralatan melaut mengalami kerusakan cukup parah.
“Nelayan selamat, perahunya juga berhasil dievakuasi. Tapi kerusakan cukup banyak, mulai dari jaring, mesin tempel, sampai genset bensin. Total kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta,” katanya.
Baca Juga: Disperkim Sukabumi Survei Lahan Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Palabuhanratu
Asep Jeka juga mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu.
“Memang sekarang cuaca sering berubah-ubah, kadang ekstrem. Air laut pasang disertai angin kencang, sehingga perahu sulit dikendalikan. Nelayan harus lebih berhati-hati dan melihat kondisi sebelum berangkat,” pungkasnya.




