PAUD Sehati Cisarua Nagrak Alihkan KBM, Disdik Dorong Penanganan Segera Terealisasi

Sukabumiupdate.com
Selasa 03 Feb 2026, 18:10 WIB
PAUD Sehati Cisarua Nagrak Alihkan KBM, Disdik Dorong Penanganan Segera Terealisasi

PAUD Sehati di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, yang dialihkan penggunaannya karena kondisi bangunan tidak layak. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Kegiatan belajar mengajar PAUD Sehati yang berlokasi di Kampung Warung Kawung, RT 01 RW 06, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dialihkan ke bangunan madrasah sejak awal Agustus 2025. Pengalihan dilakukan menyusul kondisi bangunan PAUD yang dinilai sudah tidak layak digunakan.

Kepala PAUD Sehati, Yanti Sumirat, menuturkan bahwa PAUD tersebut berdiri sejak tahun 2003 dan menjadi salah satu PAUD nonformal pertama di Kecamatan Nagrak. Dimana pada masa awal, kegiatan belajar masih menumpang di madrasah diniyah karena masih berada di lingkungan pendidikan.

“Bangunan sendiri mulai didirikan tahun 2006, setelah mengurus perizinan karena tanah yang digunakan merupakan tanah desa dengan status hak guna pakai untuk sarana pendidikan,” ujar Yanti kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, bangunan PAUD tersebut sejak awal bersifat semi permanen. Bagian bawah menggunakan tembok setengah badan, sementara bagian atas menggunakan material kayu dengan kondisi seadanya. Seiring waktu, bangunan mengalami sejumlah perbaikan bertahap.

Baca Juga: Nasib Kebun Sawit di Sukabumi, Menunggu Status Lahan Eks HGU Pasir Kancana Cidolog

Pada tahun 2010, PAUD Sehati sempat menerima bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp50 juta yang dimanfaatkan untuk rehabilitasi, mulai dari penggantian atap, pemasangan plafon, keramik, hingga pintu. Namun, struktur utama bangunan tetap menggunakan material lama yang semakin hari kondisinya memprihatinkan.

“Usia bangunannya sudah cukup lama. Terkena hujan dan panas, lama-kelamaan kondisinya terlihat semakin menurun,” katanya.

Menurut Yanti, kondisi bangunan mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah bagian kayu dan dinding terlihat mengalami kerusakan, sehingga secara teknis tidak memungkinkan dilakukan perbaikan parsial dan memerlukan penanganan menyeluruh.

Atas arahan pemerintah desa, sejak tahun 2023 pihak PAUD telah mengajukan proposal bantuan melalui desa, sesuai mekanisme yang berlaku. Namun hingga kini, bantuan tersebut belum terealisasi.

Baca Juga: Tanggapi Mogok Kerja Buruh Tolak PHK, Disnakertrans Sukabumi Harap Ada Solusi Terbaik

Memasuki tahun ajaran 2025–2026, kondisi bangunan dinilai semakin tidak memungkinkan untuk digunakan. Setelah dilakukan peninjauan, pihak PAUD diarahkan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar sebagai langkah antisipasi keselamatan peserta didik.

“Jumlah murid kami cukup banyak, di atas 50 anak. Karena itu, kami mencari solusi agar pembelajaran tetap berjalan,” jelas Yanti.

Sebagai langkah sementara, pihak PAUD berkoordinasi dengan pemilik, RT, RW, pemerintah desa, hingga pengelola madrasah untuk memanfaatkan salah satu bangunan madrasah yang berada di sekitar lokasi. Bangunan tersebut sebelumnya jarang digunakan dan berada tepat di depan PAUD.

“Alhamdulillah diizinkan digunakan sementara, meskipun belum bisa ditentukan sampai kapan,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Sita 4 Pohon Ganja dalam Pot di Sebuah Rumah di Gunungguruh Sukabumi

Sejak minggu pertama Agustus 2025, kegiatan belajar PAUD Sehati resmi dialihkan ke bangunan madrasah. Sementara itu, kondisi bangunan PAUD lama terus mengalami penurunan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Selain faktor keselamatan anak, posisi bangunan yang berada di dekat akses jalan umum juga menjadi pertimbangan. Atas kesepakatan bersama, bangunan PAUD akhirnya mulai dibongkar secara gotong royong pada Sabtu lalu, meski prosesnya belum sepenuhnya selesai karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi PAUD Sehati. Ia berharap penanganan dapat segera dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah meninjau langsung ke lapangan. Mudah-mudahan penanganannya bisa secepatnya direalisasikan,” ujar Deden.

 

Berita Terkait
Berita Terkini