Diterjang Angin Kencang, 38 Kejadian Bencana Landa Kabupaten Sukabumi dalam Sehari

Sukabumiupdate.com
Minggu 25 Jan 2026, 10:26 WIB
Diterjang Angin Kencang, 38 Kejadian Bencana Landa Kabupaten Sukabumi dalam Sehari

BPBD Kabupaten Sukabumi saat melakukan peninjauan dan evakuasi pohon tumbang di Kecamatan Parakansalak. (Sumber Foto: P2BK Parakansalak)

SUKABUMIUPDATE.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang memicu 38 kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi dalam satu hari, Sabtu (24/1/2026). Dari puluhan kejadian tersebut, pohon tumbang menjadi dampak paling dominan, menyebabkan kerusakan rumah warga, gangguan akses jalan, serta terdampaknya sejumlah fasilitas umum.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan mayoritas laporan yang masuk berkaitan dengan pohon tumbang akibat angin kencang yang berlangsung cukup lama sejak malam hingga siang hari.

"Hingga Sabtu malam, tercatat 38 kejadian bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Mayoritas merupakan kejadian pohon tumbang dan kerusakan bangunan akibat terjangan angin kencang," ujar Daeng Sutisna dalam keterangannya.

Daeng menuturkan, 38 kejadian bencana tersebut tersebar di 19 kecamatan, yakni Nagrak, Parakansalak, Kabandungan, Cicantayan, Kadudampit, Caringin, Ciambar, Waluran, Cicurug, Sukalarang, Cidahu, Sagaranten, Cibadak, Parungkuda, Jampangkulon, Purabaya, Curugkembar, Pabuaran, dan Cidadap.

Baca Juga: Angin Kencang di Cicurug, Pohon Tumbang Timpa Atap Ponpes dan Rusak Rumah Warga

Berdasarkan rekap sementara BPBD, sekitar 92 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 364 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap rumah rusak, rumah tertimpa pohon, hingga beberapa unit rumah mengalami rusak sedang dan roboh.

Rincian Sebaran Dampak per Kecamatan

Di Kecamatan Nagrak, kejadian tercatat di Desa Cibatu, Babakan Panjang, dan Nagrak Utara, dengan beberapa rumah warga mengalami kerusakan sedang (RS) akibat tertimpa pohon kokosan, petai, kanyere, dan kelapa.

Di Kecamatan Parakansalak, satu rumah warga di Desa Bojongasih roboh akibat angin kencang. Sementara di Kampung Cisarua, pohon tumbang menimpa empat rumah, menyebabkan satu warga bernama Mulyati mengalami luka ringan dan empat kepala keluarga mengungsi ke rumah saudara. Kerusakan atap rumah juga dilaporkan di Desa Cibatu.

Di Kecamatan Kabandungan, angin kencang di Desa Cihamerang mengakibatkan atap rumah warga beterbangan dan berdampak pada 45 KK atau sekitar 160 jiwa.

Di Kecamatan Cicantayan, pohon tumbang di Desa Cibatu menutupi akses jalan desa dan sempat menghambat lalu lintas warga.

Di Kecamatan Kadudampit, tanah longsor di Desa Sukamanis menyebabkan satu unit rumah terdampak. Sementara di Desa Cikahuripan, angin kencang merusak bagian atap rumah warga.

Di Kecamatan Caringin, menjadi wilayah dengan sebaran titik terdampak paling banyak, meliputi Desa Caringin Wetan, Cijengkol, Seuseupan, Mekarjaya, Talaga, Cikembang, dan Caringin Kulon. Dampaknya berupa pohon tumbang, akses jalan tertutup, serta terganggunya fasilitas pendidikan.

Di Kecamatan Ciambar, pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Munjul. Sementara di Desa Ambarjaya, tercatat enam rumah rusak, serta pohon tumbang yang sempat menghalangi akses jalan.

Baca Juga: Longsor di Bandung Barat! Puluhan Rumah Tertimbun, 80 Warga Hilang

Di Kecamatan Cicurug, dampak cuaca ekstrem terjadi di Desa Cibatu (asrama pondok pesantren tertimpa pohon), Desa Caringin (atap rumah beterbangan dan tertimpa pohon), serta Kelurahan Cicurug (kerusakan atap rumah dan warung warga).

Di Kecamatan Waluran, satu unit rumah kayu di Desa Mangunjaya ambruk pada bagian atap ruang tamu akibat hembusan angin kencang.

Di Kecamatan Sukalarang, hujan deras menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 20 meter di Desa Titisan mengalami longsor.

Di Kecamatan Cidahu, satu rumah warga di Desa Cibatu tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.

Di Kecamatan Sagaranten, pohon tumbang menimpa atap rumah di Desa Sagaranten, Pasanggrahan, Cibaregbeg, dan Puncakmanggis. Selain itu, empat kejadian pohon tumbang dilaporkan menutup akses jalan raya.

Di Kecamatan Cibadak, satu rumah warga di Desa Tenjojaya mengalami kerusakan atap akibat tertimpa pohon.

Di Kecamatan Parungkuda, pohon tumbang menutup jalan lingkungan di Desa Sundawenang, dan dua rumah di Desa Langensari mengalami rusak ringan.

Di Kecamatan Jampangkulon, pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Bojongsari, Desa Padajaya, dan Kelurahan Jampangkulon.

Di Kecamatan Purabaya, pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Desa Purabaya dan Desa Citamiang, yang sempat menutup akses jalan.

Di Kecamatan Curugkembar, satu rumah di Desa Cimenteng tertimpa pohon kayu petai.

Di Kecamatan Pabuaran, angin kencang menyebabkan bagian atap bangunan kontrakan di Desa Pabuaran terlepas.

Sementara di Kecamatan Cidadap, kejadian pohon tumbang akibat angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Cidadap.

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, satu orang mengalami luka ringan, serta sejumlah kepala keluarga sempat mengungsi sementara ke rumah kerabat.

Petugas gabungan dari BPBD, P2BK, TNI-Polri, pemerintah desa, Tagana, Damkar, dan relawan telah melakukan assessment ke lokasi, evakuasi pohon tumbang, pembersihan jalan, serta pendistribusian bantuan darurat.

Daeng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau warga agar menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang, memangkas pohon yang berisiko tumbang, serta segera melapor jika terjadi keadaan darurat,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini