SUKABUMIUPDATE.com - Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu pagi (24/1/2026), mengakibatkan sebuah pohon karet tumbang dan menimpa dua rumah warga di Kampung Cibungur RT 014/005, Desa Sagaranten.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pohon karet dengan panjang sekitar 20 meter dan diameter kurang lebih 30 sentimeter roboh akibat terpaan angin kencang dan menimpa bagian atap rumah milik warga.
P2BK Kecamatan Sagaranten, Deniar Rumpaka, menyampaikan bahwa pohon tumbang tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada dua rumah warga, masing-masing milik Ridwan dan Siti Marpu’ah.
Baca Juga: Insiden Tabrak Lari Dalam Kecelakaan Maut di Cikukulu Sukabumi Tewaskan 1 Remaja Perempuan
“Pohon karet tumbang akibat angin kencang dan menimpa atap kamar belakang rumah milik Ridwan serta atap dapur rumah milik Siti Marpu’ah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Deniar Rumpaka saat melaporkan hasil tinjauan di lokasi kejadian, Sabtu (24/1/2026).
Deniar menjelaskan, saat kejadian Ridwan sedang tidur di kamar belakang dan terbangun akibat suara benturan keras dari atap rumahnya. Sementara itu, Siti Marpu’ah yang berada di ruang depan rumah juga mendengar suara keras dari arah dapur sebelum mengetahui atap dapurnya tertimpa pohon.
Akibat kejadian tersebut, dua bagian atap rumah warga mengalami kerusakan ringan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Seluruh rumah yang terdampak merupakan bangunan permanen.
Baca Juga: Dua Truk Adu Banteng di Tanjakan Palabuhanratu, Sopir Alami Patah Kaki
“Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kondisi cuaca saat ini sudah cerah dan situasi di lokasi kejadian telah kondusif,” tambahnya.
P2BK Kecamatan Sagaranten bersama unsur Forkopimcam, perangkat desa, serta instansi terkait langsung melakukan evakuasi pohon tumbang menggunakan mesin pemotong (chainsaw). Proses evakuasi melibatkan Damkar Sagaranten, Tagana, Trantib Kecamatan Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Polsek Sagaranten, Pemerintah Desa Sagaranten, serta warga setempat.
Selain itu, pihak P2BK juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya saat terjadi cuaca ekstrem seperti angin kencang.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang,” pungkas Deniar.




