Lapang Merdeka Sukabumi Kembali ke Fungsi Awal, Pedagang Keluhkan Dampak Penertiban

Sukabumiupdate.com
Selasa 13 Jan 2026, 16:07 WIB
Lapang Merdeka Sukabumi Kembali ke Fungsi Awal, Pedagang Keluhkan Dampak Penertiban

Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Selasa (13/01/2026). (Sumber : SU/Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Penertiban pedagang di kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi kembali diperketat oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Kebijakan sterilisasi area olahraga dan ruang publik tersebut menimbulkan keluhan dari para pedagang asongan yang selama ini menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut.

Salah seorang pedagang, Asep Andi (43 tahun), mengaku pasrah dengan aturan baru yang diterapkan Satpol PP. Ia menyesalkan langkah tersebut karena Lapang Merdeka menjadi satu-satunya tempatnya mencari nafkah.

“Kata Satpol PP tidak boleh lagi jualan di area lapangan walaupun itu di pinggir harus disterilkan. Saya ikuti aturannya tapi dengan itu saya sangat sesali karena saya mencari nafkah hanya di sini untuk keluarga, anak dan istri sekolah SMA sama SD. Di sinilah pencarian saya, saya orang miskin makanya saya masuk ke sini tanpa ada izin, tanpa ada pertolongan dari teman-teman,” ujarnya saat diwawancarai Sukabumiupdate.com sesaat setelah penertiban berlangsung, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Pendapatan Turun, PHK Marak: AJI Usulkan #NoTaxforKnowledge untuk Selamatkan Media

Asep yang baru setengah tahun berjualan di Lapang Merdeka mengatakan ia masuk area tersebut karena melihat pedagang lain lebih dulu berdagang. Menurutnya, penertiban sudah dilakukan hingga tiga kali.

“Tadi pagi jualan jam setengah 8. Pas begitu saya masuk ke sini kok ada yang jualan, ah saya ikuti lah jualan. Kalau nggak ada yang jualan mungkin saya juga nggak akan berani,” tambahnya.

Ia juga menceritakan proses penertiban yang dilakukan mendadak. “Awal ceritanya menjual minuman asongan, duduk di situ pakai box. Tiba-tiba ada penertiban secara kontan alhamdulillah barang-barang tidak dibawa cuman KTP doang,” katanya.

Baca Juga: Tanah Adat Girijaya Dikosongkan, Makam Eyang Santri Tak Masuk Objek Eksekusi

Asep berharap pemerintah memberi solusi yang adil. “Keinginannya ada solusi yang baik. Solusi pindah ke atas tapi saya tidak mau mengganggu pedagang yang lain karena tempat yang lain udah ada,” ucapnya.

Lapang Merdeka Harus Kembali ke Fungsi Awal

Kepala Bidang Tata Bangunan, Jasa Konstruksi, dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah, menegaskan bahwa sterilisasi dilakukan karena Lapang Merdeka memiliki fungsi utama sebagai ruang publik, bukan area perdagangan.

“Sesuai kepwal, fungsi Lapang Merdeka itu untuk upacara, sarana olahraga, pendidikan, dan pariwisata. Pariwisatanya itu taman pasif, kita cuma ngelihat-ngelihat aja, nggak ada aktivitas lain,” jelasnya.

Baca Juga: Sedang Nunggu Orderan, Ojol Dibacok dan Motornya Dirusak OTK di Cikole Sukabumi

Fajar menyebut Lapang Merdeka menjadi salah satu lokasi paling ramai di Kota Sukabumi dengan ribuan pengunjung setiap hari. Namun keramaian itu juga membawa kerusakan fasilitas dan meningkatnya volume sampah. “Yang datang itu menghasilkan sampah. Pembeli merasa sudah bayar, ya senaknya naruh dimana aja. Pedagang juga nggak peka, nggak ada timbal balik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerusakan fasilitas seperti rubber track, pedestrian, dan area bermain anak harus diminimalkan. “Makanya saya himbau pengunjung maupun yang mau mencari usaha sebagai jualan, tolonglah jaga fasilitas kita. Ini ikon kota Sukabumi,” ucapnya.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa Lapang Merdeka terintegrasi dengan Alun-Alun Kota Sukabumi sebagai kawasan publik gratis yang harus dijaga kenyamanannya. “Makanya dibangun pagar, bukan untuk melarang masuk, tapi mengatur aktivitas agar kembali ke fungsi awalnya: olahraga, upacara, dan pendidikan,” kata Fajar.

Baca Juga: Long Weekend Isra Miraj 2026, Libur Panjang Pertama di Tahun Ini

Satpol PP: Sudah 40 sampai 50 Pedagang Ditertibkan

Proses penertiban dilakukan secara persuasif oleh Satpol PP Kota Sukabumi. Petugas menegaskan bahwa tindakan ini bukan operasi yustisi, melainkan penertiban untuk menjaga fungsi kawasan publik.

“Sekarang kalau dari catatan sih kita sudah menertibkan kurang lebih 40 sampai 50 pedagang. Yang tidak ada orangnya kita amankan barangnya, nanti diimbau di kantor. Kita mengutamakan persuasif, bukan langsung penegakan perda,” kata Firman Taufik, Kepala Bidang Trantib (Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat) dan Linmas (Perlindungan Masyarakat) Satpol PP Kota Sukabumi.

Pihaknya juga menertibkan penyewaan sepeda, motor listrik, hingga aktivitas lain yang mengganggu olahraga. “Kami berkolaborasi dengan Dinas PU harapannya warga sama-sama bersinergi menjaga dan memelihara kawasan Lapang Merdeka ini sebagai kawasan publik yang bisa digunakan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Satpol PP mengingatkan, Lapang Merdeka tetap menjadi ruang terbuka gratis, namun kebersihan, ketertiban, dan keamanan harus dijaga bersama. “Kami tidak pernah menerima pungli. Kalau ketahuan pungli pun pasti kami berhentikan,” ujarnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini