Bendungan Jebol-Irigasi Rusak, 25 Ha Sawah di Jampangtengah Terancam Gagal Panen

Sukabumiupdate.com
Minggu 04 Jan 2026, 19:59 WIB
Bendungan Jebol-Irigasi Rusak, 25 Ha Sawah di Jampangtengah Terancam Gagal Panen

Kondisi bendungan yang jebol usai tergerus banjir hingga mengancam 25 Ha sawah di Jampangtengah gagal panen. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan banjir Sungai Saketeng yang berdampak serius pada infrastruktur irigasi pertanian.

P2BK Kecamatan Jampangtengah, Dadi Supardi, melaporkan hasil tinjauan pasca bencana banjir yang mengakibatkan rusaknya bendungan dan Tembok Penahan Tanah (TPT) irigasi di Kampung Lembur Situ RT 07/02, Desa Sindangresmi.

“Akibat banjir Sungai Saketeng, bendung dengan panjang 8 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 3 meter mengalami kerusakan berat. Selain itu, TPT irigasi juga rusak parah sehingga aliran air ke sawah terhenti,” ujar Dadi Supardi kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (4/1/3026).

Baca Juga: 5 Pelajar, Pelaku Pembacokan di Parungkuda Sukabumi Terancam Pasal Berlapis

Dampak dari kerusakan tersebut menyebabkan sekitar 25 hektare lahan sawah yang telah ditanami mengalami kekeringan, bahkan terancam gagal panen. Hingga saat ini, bendungan dan saluran irigasi tersebut belum mendapatkan penanganan kedaruratan.

Menindaklanjuti hal tersebut, P2BK Kecamatan Jampangtengah telah melakukan berbagai upaya yakni berkoordinasi dengan perangkat desa, unsur kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat, serta melaksanakan asesmen langsung ke lokasi kejadian bersama petani.

Dadi Supardi menambahkan, saat ini terdapat kebutuhan bantuan darurat untuk penanganan awal, berupa pipa paralon ukuran 6 inci sebanyak 30 batang, guna membantu sementara distribusi air ke lahan pertanian yang terdampak.

“Diharapkan adanya perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait agar kerusakan irigasi ini segera ditangani, sehingga aktivitas pertanian warga dapat kembali normal,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini