SUKABUMIUPDATE.com - Sepanjang tahun 2025, angka kriminalitas di wilayah Kota Sukabumi masih didominasi oleh kejahatan konvensional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berdasarkan data kepolisian, tercatat 926 kasus tindak pidana terjadi selama periode 1 Januari hingga 30 Desember 2025, dengan 362 perkara berhasil diselesaikan.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa dari total perkara tersebut, sebanyak 907 kasus atau sekitar 98 persen merupakan kejahatan konvensional. “Hal ini menunjukkan bahwa dinamika gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota masih didominasi oleh kejahatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa sepanjang 2025, penipuan atau perbuatan curang menjadi jenis kejahatan paling dominan dengan 195 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 159 kasus, penganiayaan 107 kasus, kejahatan terhadap perlindungan anak 64 kasus, serta penggelapan sebanyak 61 kasus.
Baca Juga: Ratusan Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, 68 Bocah Berideologi Neo-Nazi dan White Supremacy
“Didominasi kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa kejahatan berbasis ekonomi, konflik sosial, dan perlindungan kelompok rentan masih menjadi fokus utama penanganan kepolisian,” jelas Rita.
Meski demikian, capaian pengungkapan perkara menunjukkan hasil yang positif, khususnya pada kejahatan-kejahatan yang berdampak serius terhadap rasa aman masyarakat. Rita menegaskan bahwa seluruh kasus pembunuhan, penganiayaan berat, dan penculikan berhasil diungkap 100 persen.
“Selain itu, dari 10 kasus penyalahgunaan senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak, sebanyak 9 kasus berhasil diungkap, serta dari 40 kasus pengeroyokan, 30 kasus berhasil dituntaskan,” katanya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Pasca Banjir Rob di Ujunggenteng: Banyak Perahu Nelayan Rusak
Dalam penanganan kejahatan transnasional, Polres Sukabumi Kota mencatat 17 kasus, dengan 10 kasus berhasil diungkap, yang didominasi oleh kejahatan informasi dan transaksi elektronik. “perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri, sehingga penanganan kejahatan siber terus kami tingkatkan.” jelasnya.
Sementara itu, Polres Sukabumi Kota juga mencatat keberhasilan dalam penanganan kejahatan terhadap kekayaan negara, termasuk pengungkapan perkara korupsi. “hal ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih.” pungkasnya.



