WNI di Kawasan Konflik Timur Tengah, Kemenlu Buka Hotline Darurat Perwakilan RI

Sukabumiupdate.com
Minggu 01 Mar 2026, 20:08 WIB
WNI di Kawasan Konflik Timur Tengah, Kemenlu Buka Hotline Darurat Perwakilan RI

Hotline darurat Kemenlu perwakilan RI untuk WNI di kawasan konflik Timur Tengah (Sumber: Ilustrasi AI)

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengumumkan layanan hotline darurat bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara Timur Tengah terdampak konflik saat ini.

Pengumuman tersebut ditujukan bagi keluarga yang ingin menanyakan kondisi maupun melaporkan anggota keluarganya yang berada dalam keadaan darurat di kawasan terdampak.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Misi Prabowo di Konflik Iran-AS-Israel Sulit Terwujud Versi Dino Patti Djalal

Dalam keterangan resminya, masyarakat dapat menghubungi nomor darurat Perwakilan RI di sejumlah negara, antara lain:

* Hotline KBRI Riyadh, Arab Saudi: +966 569173990
* Hotline KJRI Jeddah, Arab Saudi: +966 503609667
* Hotline KBRI Manama, Bahrain: +973 38791650
* Hotline KBRI Tehran, Iran: +98 9914668845 / +98 902 466 8889
* Hotline KBRI Baghdad, Irak: +964 7769842020
* Hotline KBRI Amman, Yordania: +962 7 7915 0407
* Hotline KBRI Kuwait City, Kuwait: +965 97206060 / 97809760
* Hotline KBRI Beirut, Lebanon: +961 70817310
* Hotline KBRI Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab: (+971)566156259
* Hotline KJRI Dubai, Persatuan Emirat Arab: (+971)564170333 / (+971)56-3322611
* Hotline KBRI Doha, Qatar: +974-44657945 / 44664981 / 33322875
* Hotline KBRI Damaskus, Suriah: +963 954 444 810

Kemenlu mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak konflik untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan otoritas setempat dan Perwakilan RI.

Baca Juga: 5 Berita Terpopuler Sukabumi Sepekan: Dugaan Pelecehan oleh Dai Kondang hingga Sosok Ibu Tiri NS

Selain itu, keluarga di Indonesia diminta segera menghubungi nomor hotline terkait apabila mengetahui adanya anggota keluarga yang mengalami kondisi darurat, kehilangan kontak, atau membutuhkan bantuan perlindungan.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri.

Berita Terkait
Berita Terkini