Jalan Rusak hingga Gorong-Gorong, Aduan Warga Sukabumi di SP4N Lapor Juli 2025

Jalan Rusak hingga Gorong-Gorong, Aduan Warga Sukabumi di SP4N Lapor Juli 2025

Ilustrasi layanan aduan. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi mencatat selama Juli 2025 terdapat 18 aduan yang masuk ke Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional/Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N Lapor).

"Aduan masuk untuk Juli 2025 di SP4N Lapor berjumlah 18 pengaduan," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi Tantan Sontani kepada sukabumiupdate.com pada Rabu (6/8/2025).

Baca Juga: Diskominfo dan DPRD Kota Sukabumi Perkuat Implementasi SPBE

Tantan menyebut aduan paling banyak disampaikan untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan empat aduan, lalu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi tiga aduan. Sementara sisanya adalah untuk dinas atau lembaga lain.

"Kategori aduan antara lain terkait kependudukan, jalan rusak, dan gorong-gorong," kata dia.

Diketahui, kanal pengaduan lain yakni Aplikasi Sukabumi Participatory Responder (SUPER) telah dihentikan layanannya berdasarkan Perpres Nomor 76 Tahun 2013. (ADV)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB