Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Cibadak Sukabumi: 17 Rumah Terendam, 5 Jiwa Mengungsi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 07 Feb 2026, 22:14 WIB
Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Cibadak Sukabumi: 17 Rumah Terendam, 5 Jiwa Mengungsi

Kondisi banjir luapan Sungai Pamuruyan yang merendam rumah warga di Cibadak Sukabumi, Sabtu (7/2/2026). (Sumber Foto: P2BK Cibadak)

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (7/2/2026), memicu dua kejadian bencana alam, yakni longsor tembok penahan tanah (TPT) di Desa Sekarwangi serta banjir akibat luapan sungai di Desa Pamuruyan.

Bencana pertama terjadi sekitar pukul 13.45 WIB di Kampung Cikiwul RT 04/01, Desa Sekarwangi. TPT sepanjang 10 meter dengan tinggi 4 meter dilaporkan ambruk akibat tak kuat menahan resapan air hujan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Waldi, mengungkapkan bahwa material longsoran langsung menghantam rumah milik Usman.

“Dinding rumah Pak Usman jebol akibat tertimpa TPT. Saat kejadian, ada lima jiwa di dalam rumah, namun beruntung tidak ada korban jiwa. Saat ini mereka mengungsi sementara ke rumah saudara,” ujar Waldi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu malam.

Baca Juga: Tembok Beton di Sungai Ciseureuh Simpenan Disorot, Warga Ungkap Fakta Sebenarnya

Petugas gabungan bersama warga kini telah menutup area longsoran dengan plastik untuk mencegah dampak susulan. Kebutuhan mendesak di lokasi saat ini meliputi terpal dan karung.

Hanya berselang 30 menit, bencana kedua melanda Kampung Panagan RT 03/02, Desa Pamuruyan, sekitar pukul 14.15 WIB. Meluapnya Sungai Pamuruyan dipicu oleh hujan deras yang turun dalam beberapa gelombang.

“Awalnya debit sungai masih normal, namun setelah hujan deras kembali turun, air sungai meluap dan masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter,” kata Waldi.

Dampak dari luapan air sungai ini menggenangi sekitar 17 rumah warga dan satu fasilitas ibadah berupa musala. Sekitar dua jam kemudian, genangan air berangsur surut seiring membaiknya cuaca serta upaya gotong royong warga bersama perangkat desa.

Dalam penanganan banjir tersebut, Waldi berkoordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta Tagana untuk melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi. Warga juga diberikan imbauan agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin, karena potensi bencana susulan masih bisa terjadi,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini