Setelah Vonis Bebas Pengadilan Negeri Kota Sukabumi untuk Guru Terdakwa Kasus Cabul

Sabtu 28 Oktober 2023, 15:13 WIB
Guru terdakwa cabul  dapat vonis bebas dari PN Kota Sukabumi (Sumber: istimewa)

Guru terdakwa cabul dapat vonis bebas dari PN Kota Sukabumi (Sumber: istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Pengadilan Negeri Kota Sukabumi menjatuhkan vonis bebas untuk SC (51 tahun) guru di salah satu SMP Negeri yang menjadi terdakwa kasus cabul. Sang guru dibawa ke pengadilan atas kasus dugaan pencabulan yang dilaporkan oleh 3 siswinya yang masih berusia 15 tahun.

Vonis bebas dibacakan Hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi pada Jumat, 27 Oktober 2023. Atas vonis ini, Jaksa Penuntut Umum atau JPU langsung mengambil perlawanan hukum dengan mengajukan Kasasi.

JPU merasa tidak puas atas putusan untuk terdakwa CS. Menjadi salah satu pertimbangan karena adanya perbedaan pendapat antara hakim Ketua dengan dua hakim anggota dalam sidang tersebut yang berakhir vonis bebas untuk terdakwa.

"Hakim ketua menyatakan terbukti (bersalah) sedangkan hakim anggota satu dan hakim anggota dua menyatakan tidak terbukti, sesuai pasal 82 ayat 2. Jadi kami memutuskan untuk mengambil kasasi," ujar Ahmad Tri Nugraha selaku Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi kepada wartawan, Sabtu (29/10/2023)

Ini dilakukan JPU sejak terdakwa dinyatakan bebas oleh pengadilan. Akta pernyataan kasasi disampaikan pada hari Jumat 27 Oktober 2023.

"Batas waktu untuk kami mengirimkan kasasi 14 hari,” bebernya.

Tri menegaskan JPU tidak merasa khawatir akan kehilangan terdakwa CS setelah vonis bebas pengadilan negeri kota Sukabumi..

"Sekarang terdakwa kami keluarkan sesuai putusan PN kota. Kemanapun akan kami eksekusi jika kasasi nanti sesuai tuntutan JPU,” ucapnya.

JPU optimis memenangkan persidangan kasasi, bermodal berkas lengkap fakta persidangan hingga hasil visum korban.

"Kami optimis karena sesuai fakta persidangan, visumnya ada dan dibacakan, sudah ada dua alat bukti dan korban ada 3 orang. Terdakwa adalah pengajar dan yang korban adalah murid," pungkasnya.

Kasus dugaan pencabulan itu dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota pada 17 Maret 2023. Awalnya, korban dugaan pencabulan itu hanya dua orang yakni ZA (15 tahun) dan SY (15 tahun), namun seiring berjalannya proses penyelidikan terungkap satu orang siswi inisial RA (15 tahun) yang juga diketahui sebagai korban.

Kasus berlanjut hingga pengadilan negeri Kota Sukabumi menggelar sidang putusan pada Jumat 27 Oktober 2023, dipimpin oleh Hakim Ketua Eka Desi Prasetia dan dua Hakim Anggota Miduk Sinaga dan Christoffel Harianja.

CS divonis bebas setelah dua hakim anggota Miduk Sinaga dan Christoffel Harianja membacakan pendapatnya dan memutuskan bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah dalam kasus tersebut. Hakim Anggota Miduk Sinaga berpendapat keterangan korban anak dan saksi anak tidak menunjukkan hasil yang sama.

"Dengan ini menyatakan terdakwa CS tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan tunggal. Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum," kata Miduk di dalam persidangan tersebut.

Berbeda dengan dua hakim anggota, Eka sebagai Hakim Ketua dalam sidang putusan itu memiliki pandangan berbeda. Dia menilai CS terbukti bersalah, bukan hanya dampak fisik, karena apa yang dilakukannya memberikan dampak psikis bagi korban anak, hingga melukai dirinya hingga mendapatkan luka gores dan lecet di beberapa bagian tubuh.

“Saya berpendapat ini bukan hanya kekerasan fisik saja namun juga psikis, membuat korban terintimidasi, takut dengan ancaman. Korban ZA dan SY takut karena terdakwa guru mengancam tidak mendapatkan nilai. Terlebih korban SY merasa malu atas kasus tersebut hingga melukai diri sendiri," kata Eka.

Tak hanya itu, Eka menyebut bahwa terdakwa CS berhak mendapatkan hukuman pidana 8 tahun penjara. Menurutnya kesaksian dari tiga orang korban itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Baca Juga: Hakim Beda Pendapat, Oknum Guru Terdakwa Pencabulan di Sukabumi Divonis Bebas

"Menimbang harus dilihat jumlah (korban) tiga orang yang kesaksiannya tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Jika hanya satu anak korban bisa kemungkinan tidak sengaja namun jika 2-3 dapat memberikan petunjuk bahwa terdakwa memang melakukan perbuatan cabul dengan unsur kesengajaan," jelasnya.

Kendati demikian dissenting opinion berlaku. Perbedaan pendapat di sidang putusan antara hakim ketua dan dua hakim anggota memutuskan terdakwa tidak terbukti bersalah.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi Memilih21 Juli 2024, 20:11 WIB

PKS Resmi Usung Iyos di Pilkada 2024, Ini Kata Mantan Bupati Sukabumi Sukmawijaya

Sukmawijaya blak-blakan soal alasan PKS akhirnya menyatakan dukungan kepada Iyos Somantri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Sukabumi di Pilkada 2024.
Mantan Bupati Sukabumi yang juga Dewan Pakar DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya. (Sumber : SU/Ibnu)
Life21 Juli 2024, 20:00 WIB

10 Kebiasaan Orang Malas di Malam Hari Ini Tak Boleh Dicontoh, Begini Solusinya!

Orang malas biasanya tidak membersihkan diri atau tempat tidur dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan.
Ilustrasi. Menonton Film Hingga Larut Malam. Kebiasaan Orang Malas di Malam Hari yang Tidak Boleh Dicontoh (Sumber : Freepik)
Kecantikan21 Juli 2024, 19:00 WIB

11 Rutinitas Skincare di Malam Hari, Gak Cuma Cuci Muka Ya!

Rutinitas Skincare di Malam Hari Gak Cuma Cuci Muka.Pilih serum berdasarkan kebutuhan kulit, seperti serum anti-aging, serum pencerah, atau serum yang mengandung hyaluronic acid untuk hidrasi.
Ilustrasi. Memakai Skincare Malam. Perhatikan reaksi kulit terhadap produk baru dan hindari produk yang menyebabkan iritasi. | Sumber: Freepik.com (artursafronovvvv)
Life21 Juli 2024, 18:00 WIB

Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW

Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW. Dikisahkan, Zaid bin Tsabit suatu malam mengadu kepada Rasulullah SAW saat semalaman tidak bisa tidur.
Ilustrasi. Membaca Doa Saat Susah Tidur di Malam Hari Menurut Anjuran Rasulullah SAW (Sumber : Freepik/@freepik)
Internasional21 Juli 2024, 17:46 WIB

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Korban Serangan Israel ke Pelabuhan Yaman

Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam keganasan serangan Israel ke Pelabuhan Hudaidah, Yaman.
Asap dan api mengepul dari Pelabuhan Hodeidah usai serangan udara Israel di Yaman, 20 Juli 2024. Ledakan terjadi setelah pesawat tempur Israel menyerang pelabuhan tersebut. (Sumber Foto: Houthi Media Centre/Handout via REUTERS)
Inspirasi21 Juli 2024, 17:00 WIB

Sambut Hari Kemerdekaan, PLN Sukabumi Beri Bantuan Sembako dan Edukasi Ketenagalistrikan

Kegiatan PLN UP3 Sukabumi di Gunungguruh Sukabumi ini adalah bentuk nyata dari kepedulian PLN.
PLN UP3 Sukabumi melalui YBM saat memberikan bantuan sembako kepada warga Kampung Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh. (Sumber : Istimewa)
Musik21 Juli 2024, 17:00 WIB

Lirik Inggris พี่ชอบหนูที่สุดเลย I Love You The Most Ponchet ft. VARINZ

Lirik Bahasa Inggris Lagu I Love You The Most Ponchet Feat.VARINZ yang viral yaitu "Cause you're the one that I like, I can't deny. Every night you're on my mind".
Official Lagu พี่ชอบหนูที่สุดเลย I Love You The Most Ponchet Feat.VARINZ. Foto: YouTube/PONCHET
Sukabumi21 Juli 2024, 16:51 WIB

PD Salimah Sukabumi Sosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Berikut harapan dan tujuan PD Salimah Kabupaten Sukabumi sosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS.
PD Salimah Kabupaten Sukabumi sosialisasikan UU TPKS, ini harapan dan tujuannya. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi21 Juli 2024, 16:21 WIB

Sambut Kemerdekaan RI ke-79, PLN Sukabumi Beri Listrik Gratis untuk Masyarakat

Sambut Kemerdekaan RI ke-79, PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Cicurug beri Listrik Gratis untuk masyarakat agar merdeka dari kegelapan.
PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Cicurug menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis di empat lokasi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi21 Juli 2024, 16:02 WIB

Warisan Budaya Takbenda, Tari Cepet Sukabumi Dilestarikan 9 Sanggar di Ciracap

Tari cepet masih dilestarikan sejumlah sanggar di Ciracap Sukabumi. Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) itu diharapkan jadi daya tarik wisata di Geopark Ciletuh.
Topeng cepetan yang dibuat perajin asal Kampung Jaringao RT 07/05 Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ragil Gilang