Bupati Minta Peringatan Hari Nelayan di Sukabumi Didasari Pelestarian Lingkungan

Rabu 05 Juli 2023, 14:29 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami menghadiri puncak acara syukuran hari nelayan Ujunggenteng ke-57 tahun 2023. (Sumber : Istimewa/Dokpim Kabupaten Sukabumi).

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menghadiri puncak acara syukuran hari nelayan Ujunggenteng ke-57 tahun 2023. (Sumber : Istimewa/Dokpim Kabupaten Sukabumi).

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami menghadiri puncak acara syukuran hari nelayan Ujunggenteng ke-57 tahun 2023.

Syukuran hari nelayan ini diisi beragam kegiatan mulai dari sosial hingga kesenian. Puncak kegiatan dilaksanakan di Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Rabu (5/7/2023).

Ketua panitia syukuran hari nelayan Ujunggenteng Asep Jeka menuturkan kegiatan ini merupakan sebuah tradisi yang diselenggarakan setiap tahun yang merupakan ungkapan rasa syukur kami nelayan ujung genteng atas limpahan hasil laut yang diberikan Allah SWT.

"Ini merupakan bentuk rasa syukur kami para nelayan kepada Allah SWT," katanya.

Baca Juga: 28 Rekomendasi Nama Anak Bahasa Sunda, Ada Arti Ningrat Siliwangi!

Dijelaskan Asep berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka menyambut syukuran HUT nelayan di Ujung Genteng, dengan kegiatan puncak yakni larung saji pelepasan indukan lobster ditengah laut.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyatakan syukuran hari nelayan bukan hanya seremonial saja namun harus didasari juga dengan pelestarian lingkungan. "Hari nelayan ini bukan hanya syukuran saja, namun bagaimana kita bisa melestarikan kembali lingkungan kita yang ada diseputaran wilayah Ujunggenteng," ujarnya.

Marwan menyatakan syukuran nelayan menjadi sarana untuk mempromosikan potensi yang ada di Ujunggenteng. "Dengan adanya peringatan ini dengan segala potensi yang dimiliki Ujunggenteng diyakini mampu mempromosikan daerah secara produktif dalam peningkatan nilai tambah ekonomi warga masyarakat setempat dan menguatkan laju ekonomi serta pengembangan sektor pariwisata," katanya.

Baca Juga: Gegara Salah Pintu Masuk, Minibus Timpa Mobil di Tempat Wisata Sukabumi

Marwan berharap kedepannya para nelayan di Kabupaten Sukabumi khususnya nelayan Ujunggenteng bisa lebih sejahtera dengan hasil tangkap yang melimpah. "Mudah-mudahan para nelayan Ujunggenteng semakin maju dan sejahtera," ujarnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Inspirasi22 Mei 2024, 16:00 WIB

Bangun Personal Branding, 11 Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate

Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate: Sesuaikan Surat Lamaran: Tulis surat lamaran yang disesuaikan untuk setiap posisi. Jelaskan mengapa Anda tertarik pada perusahaan dan bagaimana keterampilan Anda cocok untuk pekerjaan itu.
Ilustrasi. Menganggur, Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate (Sumber : Pexels/TimGouw)
Nasional22 Mei 2024, 15:30 WIB

Inilah Daftar Pasal Kontroversial RUU Penyiaran yang Diprotes Jurnalis Sukabumi

Sejumlah pasal dalam draf Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran atau RUU Penyiaran menuai polemik.
Aksi para jurnalis Sukabumi menolak RUU Penyiaran di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (22/5/2024) | Foto : Asep Awaludin
Keuangan22 Mei 2024, 15:03 WIB

Sinergi BJBS KCP Palabuhanratu, MKKS dan LW Doa Bangsa dalam Penguatan Ekonomi Syariah

Bank BJB Syariah KCP Palabuhanratu menginisiasi pertemuan dengan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rayon Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/5/2024).
Pertemuan dan silaturahmi BJBS KCP Palabuhanratu, MKKS dan LW Doa Bangsa membahas Penguatan Ekonomi Syariah | Foto : Ist
Sukabumi22 Mei 2024, 15:02 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran, Jurnalis Sukabumi Paparkan Pasal Bermasalah di Depan DPRD

Para orator menegaskan revisi UU Penyiaran akan mempersempit ruang gerak jurnalis.
Aksi unjuk rasa jurnalis menolak revisi UU Penyiaran saat menuju depan gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (22/5/2024). | Foto: Istimewa
Inspirasi22 Mei 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Sebagai Chef & Lifeguard, dengan Penempatan di Sukabumi

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Lowongan Kerja Sebagai Chef & Lifeguard, dengan Penempatan di Sukabumi (Sumber : Istimewa)
Life22 Mei 2024, 14:45 WIB

6 Pantai Angker yang Punya Cerita Mistis di Indonesia, Salah Satunya di Sukabumi

Indonesia selain memiliki keindahan alamnya, tetapi juga mempunyai cerita mistis dibaliknya yang terletak di daerah pantai. Bahkan sejarah dari pantai tersebut memiliki keangkeran cukup seram
Ilustrasi Pantai angker yang punya cerita mistis di Indonesia (Sumber : Pexels.com/@arnaudaudoin)
Jawa Barat22 Mei 2024, 14:42 WIB

Jadi Kuli Bangunan di Bandung? Foto Pegi Alias Perong DPO Kasus Vina Cirebon Beredar

Bersama 2 lainnya, Perong menjadi DPO selama 8 tahun, setelah dinyatakan kabur pasca pembunuhan dan pemerkosaan vina serta kekasihnya Eki pada 2016.
Foto pria yang disebut sebagai Pegi alias perong beredar pasca penangkapan di Bandung (Sumber: istimewa)
Sehat22 Mei 2024, 14:30 WIB

Berapa Seharusnya Kadar Asam Urat yang Normal? Simak Penjelasannya Disini

Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan pembersihan asam urat dari dalam tubuh.
Ilustrasi - Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan pembersihan asam urat dari dalam tubuh. (Sumber : Freepik.com/@stefamerpik)
Keuangan22 Mei 2024, 14:19 WIB

Paling Banyak Lulusan Sekolah Ini, Menaker Soal 9,9 Juta Anak Muda Nganggur

Menaker Ida menyebut salah satu penyebab tingginya angka pengangguran karena ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan industri pasar tenaga kerja
Ilustrasi perayaan kelulusan sekolah. BPS catat 9,9 juta anak muda indonesia nganggur (Sumber: istimewa)
Life22 Mei 2024, 14:15 WIB

5 Hantu Terseram di Pulau Sumatera, Ada yang Suka Jahil dan Habisi Nyawa Manusia

Sumatera dikenal memiliki beberapa cerita hantu yang kerap mengganggu penduduk setempat. Cerita mistis tersebut sampai saat ini masih dipercaya oleh mereka sebagai mitologi
Ilustrasi hantu menyeramkan yang ada di pulau Sumatera (Sumber : Pexels.com/@Charlesparker)